[ecobricks : inovasi mengatasi permasalahan dalam negeri]

Sampah plastik selalu menjadi masalah bagi pemerintah dan masyarakat indonesia. Menurut KLHK, sampah plastik dari 100 toko/gerai anggota APRINDO selama 1 tahun menghasilkan 10,95 juta lembar sampah kantong plastik. Angka tersebut sama dengan sekitar 65,7 Ha kantong plastik atau sekitar 60 kali luas lapangan sepakbola. Hasil riset Jenna Jambeck, peneliti dari Universitas Georgia, Amerika Serikat, yang dipublikasikan pada 2015 menyebutkan bahwa Indonesia menyumbang sampah plastik terbanyak nomor dua di dunia. Pada saat itu, berat sampah plastik yang disumbang mencapai 187,2 juta ton. Botol plastik pun menunjukkan hal yang senada. Hampir 3 juta ton sampah plastik diseluruh dunia berasal dari botol minum plastik yang hanya bisa digunakan sekali pakai. Hal tersebut menimbulkan ancaman, karena proses penguraian botol plastik bisa memakan waktu 450 sampai 1000 tahun.
Namun, tahukah kamu? Ada inovasi untuk mengatasi permasalahan berikut, yaitu: membuat ecobricks. Eco-Bricks berasal dari kata Ecology yang berarti ekologi dan Bricks yang berarti Bata atau dapat disebut juga dengan bata ramah lingkungan. Ecobrick adalah pengolahan sampah plastik menjadi material ramah lingkungan. Hal ini merupakan upaya untuk mengurangi menumpuknya sampah plastik. Material ramah lingkungan tersebut dibuat dengan cara memasukkan dan memadatkan sampah plastik yang sudah bersih dan kering ke dalam botol plastik bekas serta menggunakan tongkat kecil untuk memadatkan sampah plastik ke botol tersebut.
Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan pada pembuatan ecobrick, yakni:
1. Isi botol-botol hanya dengan benda-benda yang tidak dapat terurai secara biologis, segala jenis plastik, busa, pembungkus, dan selofan.
2. Tidak memasukkan kertas, kaca/beling, dan logam tajam.
3. Gunakan tongkat bambu untuk mengisi botol dengan sebanyak mungkin benda-benda yang tidak dapat diurai secara biologis.
4. Gunakan lembaran selofan lunak untuk mengisi sudut-sudut dasar botol dan kantung-kantung udara.
5. Gunakan lembaran selofan berwarna untuk memberi warna bagian bawah brick.
6. Gunakan merek-merek botol tertentu. Hal ini akan mempermudah pembuatan ecobrick.
7. Botol-botol kecil juga dapat digunakan, pilih botol yang paling banyak tersedia di lingkungan sekitar anda.

Modul segi enam adalah hasil ecobrick yang termudah. Dibuat dari dempul silikon sederhana, modul-modul ini tahan lama dan menjadi perabot dalam ruang yang luar biasa praktis. Modul dapat digunakan sendiri-sendiri sebagai tempat duduk atau dirangkai seperti lego untuk menghasilkan meja, tempat tidur, bangku, dan banyak lagi. Modul-modul ini dapat dengan mudah ditumpuk dan disimpan. (iar)

Gambar 1.1 Modul Segi Enam
Sumber:
http://www.tintapendidikanindonesia.com/2017/04/pembuatan-ecobrick-di-lingkungan-sekolah.html diakses 16 Februari 2018
https://www.hrcindonesia.org/eco-bricks-bata-ramah-lingkungan diakses 16 Februari 2018
http://nationalgeographic.co.id/berita/2017/12/laut-dunia-darurat-sampah-plastik-indonesia-turut-menyumbang diakses 16 Februari 2018
http://www.menlhk.go.id/siaran-46-indonesia-bergerak-bebas-sampah-2020.html diakses 15 Februari 2018
http://pusatkrisis.kemkes.go.id/botol-plastik-bisa-menjadi-sumber-bencana-lingkungan diakses 15 Februari 2018
SAFETY IS MY LIFE.

Ingin berbagi semua tentang keselamatan sobat? Yuk kirim ke allaboutsafetyid@gmail.com, kami tunggu ya

Line: @allaboutsafety
Instagram: @allabout_safety
Twitter: @allabout_safety
Facebook Page: All About Safety Indonesia
Web: https://allaboutsafety.id
Email: allaboutsafetyid@gmail.com
#safetyismylife
#allaboutsafety
#ecobricks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *