[Sedotan BIODEGRADBLE Solusi Mengurangi Limbah Plastik

Halo sobat safety!
Tahukah sobat negara Asia Tenggara saat ini sedang menghadapi masalah serius dari penggunaan plastik yang berlebihan. Menurut penelitian yang dilakukan sebuah organisasi nonprofit organisasi Fondazione ACRA, seorang penduduk kota menggunakan rata-rata 2.000 kantong plastik per tahun. Hal ini merupakan 10x lebih banyak dibanding di negara Eropa.

Di Indonesia sendiri salah satu plastik yang sering digunakan adalah sedotan plastik. Mereka digunakan dimana-mana. Saat membeli sebotol air, sobat akan mendapat sebuah sedotan plastik. Membeli air gelasan pun mendapat sedotan plastik kecil bening. Pada beberapa kesempatan saat membeli minuman yang diplastik dan dijual dipinggir jalan itu, pastinya kita minum melalui sedotan plastik. Dimanapun dan kapan pun selalu menggunakan sedotan plastik. Ini terjadi karena sedotan plastik ini harganya murah, nyaman digunakan, banyak pilihan warnanya, dan masyarakat sudah terbiasa menggunakannya.

Ternyata masih ada satu daerah di Indonesia, tepatnya di Bali yang masih peduli dengan limbah sedotan plastik ini. Avani, sebuah perusahaan bergerak dibidang sosial melihat bahwa Bali sebagai salah satu destinasi wisata mancanegera yang dipenuhi oleh sampah dan limbah plastik. Banyak turis berdatangan, baik lokal maupun internasional sehingga penggunaan plastik tidak dapat dibendung. Avani berinovasi dengan menciptakan sedotan plastik yang dapat terurai dalam waktu kurang dari 90 hari, bisa larut dalam air hangat, dan bahkan aman diminum. Awalnya perusahaan ini pertama kali fokus pada produksi jas hujan ponco. Namun, pada 2014 setelah mendapat hak patennya, Avani mulai merambah produk-produk dari plastik yang biasanya kita gunakan sehari-hari.

Sedotan biodegradable buatan Avani ini menjadi sebuah alternatif mengurangi limbah plastik khususnya di Indonesia. Menurut website resmi Avani, produk mereka terbuat dari ekstrak tumbuhan dan 100 % dapat terurai kembali. Kantong atau tas belanja terbuat dari bahan dasar singkong, wadah makanan terbuat dari tebu, dan sedotan terbuat dari jagung. Sekilas sedotan buatan avani terlihat seperti sedotan plastik, namun bukan plastik. Menariknya, beberapa design dari produk Avani mempunyai tagline #IAMNOTPLASTIC

Adapun kekurangan dari sedotan biodegradable ini adalah masih banyak yang belum mengetahui produk ramah lingkungan seperti ini di Indonesia dan harga yang ditawarkan cukup mahal. Kami menyarankan sobat untuk lebih memikirkan kembali penggunaan sedotan plastik jika dihadapkan pada pembuangan limbah plastik tinggi.
(sar)

SAFETY IS MY LIFE

Daftar Pustaka:
http://www.dw.com/id/avani-cegah-bumi-jadi-planet-plastik/g-41100082 (diakses 12 Februari 2018)
https://www.islandorganicsbali.com/pages/avani-biodegradable-eco-packaging (diakses 10 Februari 2018)
https://www.goodnewsfromindonesia.id/2016/12/27/plastik-diminum-anak-muda-bali-ini-membuatnya-jadi-mungkin (diakses 10 Februari 2018)
http://www.dw.com/en/is-that-bamboo-in-my-drink/a-39671822 (diakses 10 Februari 2018)

Ingin berbagi semua tentang keselamatan sobat? Yuk kirim ke allaboutsafetyid@gmail.com, kami tunggu ya

Line: @allaboutsafety
Instagram: @allabout_safety
Twitter: @allabout_safety
Facebook Page: All About Safety Indonesia
Web: https://allaboutsafety.id
Email: allaboutsafetyid@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *