Peristiwa Bhopal: Tragedi Industri Terburuk

Halo sobat safety! Selamat Hari Senin.
Tahukah sobat tentang peristiwa Bhopal? Mungkin sebagian sudah ada yang mengetahuinya, ataupun baru pertama kali mendengar. Nah, sebenarnya apa sih yang terjadi pada peristiwa yang menewaskan lebih dari 18.000 orang dan melukai 150.000-600.000 orang ini? Mari kita simak penjelasan singkatnya.

Tragedi Bhopal adalah peristiwa kecelakaan kerja yaitu terlepasnya bahan kimia yang sangat beracun ke udara. Bahan kimia yang sangat beracun itu adalah metil isosianat (MIC) di Kota Bhopal di India pada tahun 1984. Bhopal merupakan ibukota dari Madhya Pradesh, termasuk kota yang sedang berkembang saat itu. Saat itu Union Carbide India Ltd (UCIL) membentuk kawasan indutsri di Bhopal yang berfokus pada pembuatan pestisida dan herbisida. UCIL pada tahun 1979 memegang izin usaha untuk memproduksi 5.000 ton pestisida berbasis carbaryl yang mengandung MIC. Jumlah permintaan ini berkurang dari tahun 1981 permintaanya 2704 ton hingga tahun 1983 permintaanya 1657 ton, diakibatkan impor pestisida. Sementara penjualan MIC hanya 1500 ton, maka terjadi penumpukan MIC. MIC disimpan dalam tiga tangki bawah tanah yang terbuat dari stainless steel dengan suhu penyimpanan mendekati 0 derajat Celcius.

Pemicu Tragedi Bhopal
Pada Oktober 1984 para pekerja memutuskan untuk menjaga ventilasi gas scrubber dalam mode pasif dan mematikan mesin pendingin yang menyimpan gas MIC dengan instruksi manual keselamatan. Kejadian ini memicu merupakan awal mula, pabrik ditutup untuk perawatan tepat dua bulan sebelum kecelakaan di Desember 1984. Sekitar 26 November 1984 operator mencoba menekan tangki MIC 610 untuk mengirim MIC ke unit pengolahan (terkandung 42 ton MIC). Meskupin nitrogen dikirim masuk, tetapi tangki gagal menekan gas. Hal ini menjadi indikator terjadinya kebocoran pada tangki. Bukannya mencari titik kebocoran, manajemen pabrik justru memutuskan untuk menekan tangki lain, yakni tangki MIC E611 (terkandung 40 ton MIC). Pada pagi hari tanggal 3 Desember 1984 sebanyak 12.000 orang dirawat di Rumah Sakit Hamidia setelah sehari sebelumnya uap MIC memenuhi seluruh kota. Pada tanggal 4 Desember, sehari setelahnya korban semakin bertambah yaitu 55.000 orang padahal rumah sakit hanya memiliki kapasitas 750 orang.

Analisa Penyebab Kegagalan

Ternyata kebocoran ini merupakan dampak dari kegagalan teknis, kegagalan operator, kegagalan manajemen dan kegagalan regulasi pemerintah. Pada jurnal An Analyis of Bhopal Accident (1987) dijelaskan bahwa keempat kegagalan ini memicu terjadinya peristiwa Bhopal.

Implikasi dari peristiwa Bhopal bahwa penilaian bahaya (hazard assesment) perlu dilakukan sebelum memulai suatu proyek dalam kawasan yang berpenduduk banyak. Operator yang dipekerjakan harus mempunyai skill yang mumpuni. Prosedur keselamatan harus dikomuikasikan kepada perusahaan dan masyarakat sekitar.

(sar)

SAFETY IS MY LIFE.

Daftar Pustaka:
http://www.solopos.com/2012/12/03/on-this-day-tragedi-bhopal-352581 (diakses 12 Januari 2018)
Bowonder. 1987. “An Analyis of Bhopal Accident”. Project Appraisal. Volume 2. Number 3. England: Beech Tree Publishing.


Ingin berbagi semua tentang keselamatan sobat? Yuk kirim ke allaboutsafetyid@gmail.com, kami tunggu ya

Line: @allaboutsafety
Instagram: @allabout_safety
Twitter: @allabout_safety
Facebook Page: All About Safety Indonesia
Web: https://allaboutsafety.id
Email: allaboutsafetyid@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *