Vessel Traffic Control (VTS) Sebagai Solusi Keselamatan Pelayaran di Indonesia

Halo sobat safety! Bagaimana kabarnya?
Hari ini kami akan membahas sistem perkapalan yang ada di Indonesia, sebelumnya kita akan membahas fakta menarik tentang pelabuhan di Indonesia.
Indonesia sebagai negara kepulauan, sangat bergantung pada transportasi laut untuk hubungan domestik antar pulau maupun perdagangan internasional. Sementara transportasi darat memerlukan pembangunan dan pengembangan yang mahal dengan teknologi yang sulit, membuat transportasi laut menjadi pilihan yang paling digemari dalam perdagangan. Sebagai konsekuensinya negara kita memiliki sekitar 1.700 pelabuhan. Pelabuhan di Indonesia dikategorikan menjadi 2 yaitu: pelabuhan laut dan pelabuhan sungai-danau. Pelabuhan laut dibagi lagi berdasarkan hierarki fungsional terdiri dari 3 tingkatan:
Pelabuhan utama, yang menangani volume kargo yang “besar” dan melayani baik perdagangan domestik maupun luar negeri.
Pelabuhan kolektor, yang menangani volume kargo “sedang” tetapi hanya melayani perdagangan dalam negeri.
Pelabuhan feeder, yang menangani volume yang “terbatas” dan hanya melayani dalam negeri.
Pelabuhan di Indonesia sendiri dinaungi oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dalam Kementerian Perhubungan saat ini sedang berbenah dalam melaksanakan sistem pelayanan yang lebih baik lagi. Pada tahun 2013 Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Boby R Mamahit mengenalkan Vessel Traffic Services (VTS) sebagai pemantau lalu lintas pelayaran di wilayah perairan dan pemandu keselamatan di alur pelabuhan agar lebih efisien.
Apa itu VTS?
Menurut Peraturan Menteri Perhubungan No 26 tahun 2011 tentang Telekomunikasi-Pelayaran, VTS adalah pelayanan lalu lintas kapal di wilayah yang ditetapkan yang saling terintegrasi dan dilaksanakan oleh pihak yang berwenang (Menteri Perhubungan) serta dirancang untuk meningkatkan keselamatan kapal, efisiensi bernavigasi dan menjaga lingkungan, yang memiliki kemampuan untuk berinteraksi dan menanggapi situasi perkembangan lalulintas kapal di wilayah VTS dengan menggunakan sarana perangkat radio dan elektronika pelayaran.
Lantas bagaimana VTS dapat menjamin keselamatan di pelabuhan?
VTS merupakan sistem pemantauan lalu lintas pelayaran yang diterapkan oleh pelabuhan atau suatu manajemen armada perkapalan. Prinsip kerja VTS mirip seperti sistem yang dipakai Air Traffic Control (ATC) di dunia penerbangan. Sistem VTS digunakan antara lain radar, Closed Circuit Television (CCTV), Electronic Navigation Chart (ENC), Very High Frequency (VHF) Radiotelephony, dan Automatic Identification System (AIS). AIS berfungsi untuk melacak pergerakan kapal dan memberikan keselamatan navigasi di wilayah geografis yang terbatas.Saat perairan dan pelabuhan ramai, VTS boleh ada dalam mengatur lalu lintas kapal. Sekarang, AIS menyediakan kesadaran akan lalu lintas tambahan dan menyediakan pelayanan dengan informasi tentang keberadaan kapal lain dan alur lintasannya.

Implikasi dari teknologi ini adalah tanggung jawab pemerintah dan pelabuhan untuk tetap bekerjasama dan mengawal terus perkembantan teknologi VTS sehingga tujuan akhirnya adalah menjamin keselamatan pelayaran di Indonesia.

(sar)

SAFETY IS MY LIFE.

Daftar Pustaka:
Peraturan dan Persaingan di Pelabuhan, Perkereta-api, dan Pengiriman https://www.oecd.org/indonesia/Chap%205%20-%20Ports%20Rail%20and%20Shipping.pdf. (diakses 8 Januari 2018)
Pemantauan 4 Pelabuhan di Perketat http://www.pelindomarine.com/information/news/41.html (diakses 8 Januari 2018)
Menhub Jonan Resmikan Vessel Traffic System/VTS http://www.indonesiashippingline.com/port/1237-menhub-jonan-resmikan-vessel-traffic-system-vts.html (diakses 8 Januari 2018)


Ingin berbagi semua tentang keselamatan sobat? Yuk kirim ke  HYPERLINK “mailto:allaboutsafetyid@gmail.com” \t “_blank” allaboutsafetyid@gmail.com, kami tunggu ya

Line: @allaboutsafety
Instagram: @allabout_safety
Twitter: @allabout_safety
Facebook Page: All About Safety Indonesia
Web:  HYPERLINK “https://allaboutsafety.id/” \t “_blank” https://allaboutsafety.id
Email: allaboutsafetyid@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *