PENINGKATAN PERILAKU PEKERJA MELALUI PENDEKATAN BEHAVIOR BASED SAFETY(BBS) DI TEMPAT KERJA

 

Hallo Sobat Safety!!! Selamat Pagi dan Selamat Beraktifitas Sobat. Dalam melakukan segala aktifitas kita dimanapun kita berada terutama di tempat kerja terkadang kita melalaikan perilaku K3 sehingga dapat menimbulkan terjadinya kecelakaan. Nah, untuk itu sudah seharusnya kita menerapkan perilaku K3 di setiap tindakan kita agar dapat mengurangi tingkat kecelakaan kerja dan meningkatkan produktifitas daripada pekerja.
Pada hakekatnya perilaku adalah aktifitas atau kegiatan nyata yang ditampilkan seseorang yang dapat teramati secara langsung maupun tidak langsung. Dan perilaku K3 adalah tindakan atau kegiatan yang berhubungan dengan faktor-faktor keselamatan kerja. Contohnya pekerja yang melakukan aktifitas  HYPERLINK “http://healthsafetyprotection.com/training-total-safety-culture-untuk-meningkatkan-produktifitas-perusahaan-20-21-desember-2012/” produksi, berjalan, menyebrang, naik tangga, duduk, berlari, memakai  HYPERLINK “http://healthsafetyprotection.com/apd-ppe/” \o “PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD atau PPE) PADA PARA PEKERJA” APD dalam bekerja, dan lain-lain, semua itu merupakan perilaku seseorang.
Salah satu program yang paling banyak digunakan untuk memperbaiki perilaku pekerja adalah behavior-based safety. Dalam  HYPERLINK “http://healthsafetyprotection.com/program-k3-harus-melibatkan-pekerja/” program BBS tentu saja yang menjadi target adalah perilaku-perilaku tidak aman yang harus diubah.
Behavior-based safety atau lebih dikenal dengan singkatan BBS adalah suatu pendekatan yang bersifat proaktif dalam meningkatkan kinerja K3, dan sistem ini juga memberikan peringatan dini terhadap potensi bahaya kecelakaan serta dapat mengukur perilaku aman dan tidak aman di tempat kerja. Sistem ini juga memberikan kesempatan kepada setiap individu untuk berbagi informasi mengenai kinerja K3 dan umpan balik terhadap rekan-rekan kerja mereka, mendorong keterlibatan pekerja dalam semua aktifitas K3, meningkatkan kesadaran pribadi akan K3, memperbaiki presepsi terhadap resiko dan mengarahkan konsep berpikir pada pencegahan kecelakaan (IET, 2007).
Program BBS adalah merupakan program perbaikan kontiniu yang melibatkan manajemen dan pekerja. Ada lima program yang harus dijalan secara kontiniu dalam BBS, yaitu :
1. Observasi, diskusi dan umpan balik dari pekerja di lingkungan kerja. Program ini dilakukan untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya guna mengetahui perilaku aman dan tidak aman dari pekerja.
2. Melakukan komunikasi dengan semua pekerja sebagai bentuk pembelajaran berdasarkan informasi yang diperoleh dari program pertama.
3. Membuat program perencanaan implementasi BBS berdasarkan masukan dan data yang diperoleh dari program pertama.
4. Implementasi perbaikan dan berbagi pembelajaran antar organisasi.
5. Training dan pembinaan untuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan dan presepsi terhadap resiko, membina individu untuk melakukan pekerjaan sesuai dengan standar dan menguji dampak perilaku.
(YMS)

SAFETY IS MY LIFE

—–

Ingin berbagi semua tentang keselamatan sobat? Yuk kirim ke allaboutsafetyid@gmail.com, kami tunggu ya

Line: @allaboutsafety
Instagram: @allabout_safety
Twitter: @allabout_safety
Facebook Page: All About Safety Indonesia
Web: https://allaboutsafety.id
Email: allaboutsafetyid@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *