Sistem Proteksi Kebakaran, Pentingkah? Vol. 1

Selamat siang Sobat Safety di Seluruh Indonesia. Untuk menghabiskan waktu di akhir pekan ini, apakah salah satu rencana yg akan dilakukan ialah mengunjungi pusat perbelanjaan? Jika iya, apakah sobat pernah membayangkan terjebak kebakaran di dalam pusat perbelanjaan tersebut? Tentunya keselamatan dan kesehatan kerja sangat penting untuk diperhatikan, tidak hanya didalam dunia industri namun juga tempat keramaian. Salah satunya contohnya ialah Pusat perbelanjaan yan termasuk dalam kategori gedung bertingkat. Untuk meminimalisir kemungkinan adanya korban jiwa maupun kerugian akibat kebakaran yg terjadi didalam gedung bertingkat, Pihak penyelenggara gedung diwajibkan memiliki sistem Proteksi Kebakaran Aktif maupun Pasif. Mari kita bahas satu per satu.
Sistem proteksi kebakaran aktif ialah sebuah sarana proteksi kebakaran yang harus digerakkan dengan sesuatu untuk berfungsi memadamkan kebakaran. Menurut Ramli (2010), Sistem proteksi kebalaran aktif meliputi:
1. Sistem deteksi dan alarm kebakaran
Alat ini berfungsi untuk mendeteksi terjadinya api dan kemudian menyampaikan peringatan dan pemberitahuan kepada semua pihak. Macam-macam peralatan ini adalah deteksi kebakaran (detektor asap, detektor panas, detektor nyala) dan sistem alarm kebakaran (bel, sirine, horn, pengeras suara).
2. Sistem air pemadam
Merupakan salah satu elemen sistem proteksi kebakaran, yakni dari sumbernya sampai air dipancarkan ke lokasi kebakaran, terdiri dari sumber air dan penampung; pompa pemadam kebakaran; sistem penyalur air pemadam; sistem hidran dan monitor; selang pemadam dan nozzle; serta penyembur air.
Sistem pemadam kebakaran tetap
Kebakaran dapat terjadi tanpa diduga waktu dan kejadiannya. Sebagai contoh dapat terjadi saat tengah malam ketika tidak ada orang yang berjaga di lokasi kejadian, Berdasarkan hal tersebut, perlu dirancanag suatu sistem proteksi kebakaran yang digerakkan secara otomatis tanpa perlu tenaga manusia atau disebut sistem proteksi tetap (fixed fire protection system). Jenis ini juga beragam menurut jenis media yang digunakan antara lain, CO2, tepung kering, busa atau gas inert.
3. Alat Pemadam Api Ringan
Alat pemadaman yang dapat diangkut, diangkat dan dioperasikan oleh satu orang. Jenis APAR menurut media pemadaman yaitu APAR jenis air, busa, tepung kering, CO2 dan halogen. Sedangkan jenis APAR berdasarkan jenis penggeraknya yaitu APAR bertekanan (pressure) dan APAR dengan tabung penekan (catridge).

Sumber:

Ramli, Soehatman. 2010. Manajemen Kebakaran. Jakarta: Dian Rakyat

#ALLABOUTSAFETYINDONESIA
#SAFETYISMYLIFE
#SAFETYFIRST
_________________________________

Ingin berbagi semua tentang keselamatan sobat?
Yuk kirim ke allaboutsafetyid@gmail.com, kami tunggu ya ?

Line: @allaboutsafety
Instagram: @allabout_safety
Twitter: @allabout_safety
Facebook Page: All About Safety Indonesia
Web: https://allaboutsafetyid.wordpress.com
Email: allaboutsafetyid@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *