Pentingnya Peningkatan K3 dalam Bidang Transportasi Umum

Terima kasih untuk sobat safety yang telah mendukung program pemerintah untuk menggunakan transportasi umum 🙂 tapi tahukah sobat? Keselamatan pada sector transportasi menurut Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih mencatat angka kecelakaan tertinggi sejak 2007. Dari 2010 hingga 2016, terdapat 68,29% investigasi kecelakaan lalu lintas angkutan jalan yang termasuk dalam kategori tabrakan.

Terjadinya kecelakaan tersebut sedikit banyak dapat berpengaruh terhadap pemikiran masyarakat untuk menggunakan transportasi umum. Seperti pada kejadian KRL Jabodetabek yang menabrak Metromini pada 16 Desember 2015 lalu dapat menjadi momok menakutkan bagi para pengguna angkutan umum. Diketahui pada kasus tersebut, kecelakaan terjadi akibat kelalaian pengemudi metromini yang dengan sengaja melintasi rel yang akan dilalui kereta api.

Adapun berikut ini adalah beberapa sumber bahaya di jalanraya yang berpotensi terjadi kecelakaan transportasi, di antaranya:

  1. Substandard condition sebesar 10% hingga 15% seperti kondisi jalan, kendaraan, keselamatan, traffic management, dan
  2. Substandard act sebesar 85% hingga 90% seperti pengemudi yang tidak memiliki otoritas mengemudi, pengemudi yang tidak konsentrasi, dan pengemudi tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas, dan

Untuk meningkatkan keselamatan dalam bidang transportasi ini, maka perlu dilakukan upaya perbaikan dengan cara:

  1. (Perbaikan factor manusia) meningkatkan skill dan otoritas mengemudi lebih ditertibkan agar tidak sembarang orang dapat mengemudi dan juga pengetatan peraturan pemakaian Alat Keselamatan Berkendara yang standar.
  2. (Perbaikan engineering control) pemeliharaan dan perawatan jalan atau rambu-rambu lalu lintas, pengawasan dan pengujian pembuatan jalan, penggunaan metode dan teknik konstruksi yang aman dan tahan lama, penerapan system manajemen
  3. (Perbaikan administrative control) beristirahat jika sudah merasa lelah, pembatasan waktu terpapar hazard/ rotasi driver, pendidikan dan pelatihan bagaimana berkendara secara aman dan menetapkan prosedur kerja secara

Oleh karena itu, sebagai pengguna transportasi umum, sobat safety juga bisa membantu meningkatkan K3 dalam bidang transportasi, paling tidak dengan cara mengirimkan keluhan-keluhan ataupun saran yang membangun pada customer service misalnya ketika menggunakan jasa kereta api atau transjakarta, melaporkan kejadian-kejadian yang dianggap membahayakan kepada pihak Kementerian Perhubungan yang berkaitan dengan penggunaan bus, dan melaporkan kondisi jalan yang dianggap berbahaya pada Kementerian Pekerjaan Umum, agar kemudian kedepannya moda-moda transportasi umum ini menjadi lebih terjamin khususnya untuk segi keselamatannya.

 

Oleh: RK, RS – Katriga

 

Sumber:

Darmaningtyas. 2015. Keselamatan Transportasi Darat. Masyarakat Transportasi Indonesia.

Ketua Sub Komite Investigasi Kecelakaan LLAJ. 2016. Data Investigasi Kecelakaan LLAJ.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *