Hambatan Implementasi K3 di Indonesia

Selamat Siang Sobat Safety!

Bagaimana menurut sobat mengenai pelaksanaan K3 di Indonesia?

Yap, masih variatif tergantung tata kelola organisasi masing-masing. Namun masih terdapat sebagian besar perusahaan di Indonesia yang memiliki hambatan dalam melaksanakan K3 dan Lindungan Lingkungan di perusahaannya.

Apa sajakah hambatan tersebut?

Dr. F.A. Gunawan, dalam bukunya yang berjudul “Safety Leadership: Kepemimpinan Keselamatan Kerja”, memaparkan sedikitnya terdapat 8 hambatan pelaksanaan K3 di Indonesia, yaitu:

1. Masih banyak pimpinan perusahaan yang hanya mengejar targer produksi dan penghematan biaya tanpa mempertimbangkan besar kecilnya risiko yang timbul dari keputusan yang diambil.

Pihak manajemen masih berpikir bahwa keselamatan kerja hanya menambah biaya dan menghambat produksi. Mereka belum melihat aspek biaya dari segi risiko keselamatan yang mungkin terjadi terhadap bisnis.

2. Terdapat kebiasaan yang dilakukan pihak manajemen, harus terjadi kecelakaan terlebih dahulu baru mereka memperhatikan segi keselamatan. Segi keselamatan akan diperkuat bila sudah terdapat korban terlebih dahulu.

Kebiasaan tersebut mengakibatkan tidak konsistennya pelaksanaan sistem manajemen keselamatan kerja bila belum terjadi kecelakaan dengan korban jiwa.

Bahkan saat terjadi kecelakaan inipun, banyak pihak yang mencari kambing Hitam dan tidak memperbaiki sistem yang menjadi akar permasalahan dari kejadian tersebut. Jadi tidak heran bila bermunculan korban lain dengan pola kecelakaan yang serupa.

3. Masih banyak perusahaan yang hanya mengutamakan pencapaian kinerja jangka pendek, laba jangka pendek misalnya.
Hal tersebut menyebabkan upaya Keselamatan Kerja yang seringkali tersingkirkan oleh tuntutan kinerja keuangan tersebut. Keadaan ini mengakibatkan Lingkungan kerja yang rawan risiko keselamatan kerja.

4. Masih rendahnya kesadaran sebagian besar tenaga kerja terhadap keselamatan kerja.

Banyak tenaga kerja yang hanya patuh terhadap peraturan dan prosedur keselamatan bila diawasi. Padahal pengawasan tidak mungkin dilakukan sepanjang waktu. Hal ini diperburuk dengan pemikiran bahwa mereka akan tetap selamat apabila melakukan hal-hal berbau jalan pintas yang berisiko tinggi. Asal nasib tidak sial maka akan tetap selamat.

5. Keadaan ekonomi dan sosial Indonesia sering dijadikan alasan pelanggaran terhadap peraturan keselamatan. Misalnya, dengan alasan memberdayakan sumber daya lokal, maka pimpinan mengizinkan penggunaan tenaga kerja lokal yang tidak sesuai kompetensinya menjadi pekerja musiman tanpa memberikan pengetahuan dan kemampuan di Industri yang memiliki risiko tinggi.

6. Terdapat kesenjangan antara kenyataan dalam era Teknologi tinggi yang mengandung bahaya dan Risiko dengan kesadaran dan cara pandang manusia terhadap risiko tersebut. Sehingga banyak pimpinan dan pekerja yang tidak sadar telah mengambil jalan pintas berisiko tinggi dalam melaksanakan aktivitas pekerjaannya.

7. Belum terbentuk perpaduan keselamatan kerja dalam kurikulum pendidikan terkait. Di negara maju, seorang lulusan Teknik kimia sudah dibekali dengan Ilmu mengidentifikasi, memahami dan mengendalikan bahaya yang ada dalam proses industrinya.

Di Indonesia masih belum sepenuhnya dilaksanakan, sehingga para lulusan yang memiliki bidang berisiko tinggi masih banyak yang belum memiliki kesadaran akan bahaya dan Risiko.

8. Lemaknya Pemerintah dalam menerapkan peraturan keselamatan kerja. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan jumlah dan mutu dari Lara ahli keselamatan kerja yang ada di Pemerintah.
Lemahnya penerapan diperburuk oleh sikap pembiaran yang dilandasi alasan ekonomi.

Sedikitnya, 8 hal diatas merupakan hambatan yang harus dihadapi oleh semua pihak. Baik pekerja, pimpinan perusahaan, pengusaha, Pemerintah dan terutama Ahli K3 di Indonesia.

Sudah siapkah kamu menghadapi hambatan tersebut?

Mari bersama kita tingkatkan mutu Pelaksanaan K3 di Indonesia, sesuai dengan kemampuan dan bidang masing-masing. Kemampuan kita masih bisa kita tingkatkan, Sobat. Jangan berkecil hati. K3 Indonesia Jaya!

Sumber: Gunawan, F.A. 2013. “Safety Leadership: Kepemimpinan Keselamatan Kerja. Jakarta: Dian Rakyat.

 

Ingin berbagi semua tentang keselamatan sobat? Yuk kirim ke allaboutsafetyid@gmail.com, kami tunggu ya ?

Line: @allaboutsafety
Instagram: @allabout_safety
Twitter: @allabout_safety
Facebook Page: All About Safety Indonesia
Web: https://allboutsafetyid.wordpress.com
Email: allaboutsafetyid@gmail.com

SAFETY IS MY LIFE!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *