Selusin kemampuan lain (softskill) yang sebaiknya dimiliki oleh Ahli K3

8b20dd6a03af5896e6b68b25b7b339cft3dbf6c2.jpg

 

[Selusin Kemampuan lain (softskill) yang sebaiknya dimiliki oleh seorang ahli K3]

Original Article
Oleh : Ahmad Afif M.

Berikut ini merupakan daftar selusin kemampuan lain softskill) yang sebaiknya dimiliki oleh seorang ahli K3:

1. Leadership/Kepemimpinan
Leadership atau kepemimpinan merupakan salah satu skill atau kemampuan (saya berpendapat kepemimpinan adalah skill, bukan trait) yang sangat penting dan misterius! Karena bos belum tentu menjadi pemimpin dan pemimpin belum tentu adalah bos.
Menurut Kouzes & Posner, dalam bukunya “THE LEADERSHIP CHALLENGE”, kepemimpinan adalah hubungan antara siapa yang menginspirasi untuk memimpin dan siapa yang memilih untuk mengikuti. Jadi kepemimpinan bukan tentang struktur,jabatan, atau “siapa yang lebih berkuasa”, namun siapa yang menggerakan semangat untuk mencapai tujuan bersama, dan siapa yang mengikuti.
Seorang ahli K3 harus menjadi pemimpin, dimana disana seorang ahli K3 harus berjuang membentuk budaya “yang tidak biasa”, yaitu budaya keselamatan. Terlebih bila manusia dan lingkungan yang akan kita ubah jauh lebih “berpengalaman” daripada kita. So? Skill kepemimpinan merupakan salah satu kemampuan yang harus kamu punya untuk dapat mempengaruhi lingkungan kerja kamu untuk berbudaya selamat sobat!!

2. Desain Grafis/Ilustrasi
Hampir semua pekerjaan pada saat ini memerlukan desain grafis/ilustrasi.
Mengapa desain grafis/ilustrasi penting?
Dalam dunia K3, dikenal dengan salah satu pengendalian, yaitu pengendalian secara administrasi dengan menggunakan Rambu, Poster, Sticker dan lain sebagainya. Oleh karena itu seorang ahli K3 sebaiknya menguasai sedikit mengenai desain grafis/ilustrasi untuk dapat membuat suatu desain sesuai dengan keperluan. Suatu promosi dengan gambar atau ilustrasi akan lebih menarik dan mudah dipahami oleh orang lain daripada hanya sebatas tulisan.
Memang sih kita bisa meng-“hire” orang ke-3 untuk melakukannya, tapi bukan berarti semua hal harus dilakukan orang ke-3 bukan?
Tidak harus menguasai yang rumit, namun sedikit saja mengenal dan mencoba.. setidaknya bisa membuat sticker atau poster promosi K3 sederhana. Selain lebih puas, kita bisa lebih hemat budget kan? He-he.

3. Menulis
Seorang ahli K3 sebaiknya harus bisa menulis! Dalam hal ini tentunya bukan sembarang menulis, namun menulis yang “baik”. Karena dalam dunia K3 banyak sekali kita harus menulis, baik untuk memenuhi standar-standar, prosedur, petunjuk kerja, laporan, surat dan lain sebagainya.
Dengan kemampuan menulis yang baik, tentunya tulisan kita dapat mudah dipahami, dan pastinya.. “TIDAK BANYAK REVISI”. Banyak revisi akan menyita waktu kita untuk melakukan pekerjaan lain, sudah cukup revisinya di dunia Pendidikan saja ya sobat :’)

4. Membaca
Seorang ahli K3 harus mempunyai kemampuan membaca secara cepat, tepat guna mendapatkan informasi sebanyak mungkin, karena sebagai ahli K3 apalagi baru) banyak hal yang harus dipelajari dengan waktu yang singkat.
Baca standar, baca prosedur, baca metode kerja, baca undang-undang, baca berita, baca ini baca itu.. semua harus dilakukan serba cepat bila tidak ingin ketinggalan sobat! Bacanya lelet? Kudet (red:kurang-update) deh :’0

5. Fotografi
Nah ini dia, seorang ahli K3 sebaiknya memiliki “sedikit” kemampuan dalam bidang fotografi.. mengapa? Karena dalam menyusun laporan kita harus “based on evidence” dengan kata lain harus “nunjukin bukti!!”.
Foto juga bukan sembarang foto, Contohnya kita harus mengerti apakah itu ISO, diafragma, shutter speed, bagaimana mendapatkan pencahayaan yang baik, bagaimana agar gambar tidak goyang, dll.
Kualitas foto yang baik sangat penting untuk menunjukkan kejadian dalam foto yang sedang ingin kita tunjukkan. Pastinya sobat ‘gak’ mau kan, ketika kita mau menunjukkan foto pekerja tidak menggunakan APD, tapi “fokus” foto malah menunjukkan hal lain, dan foto pekerjanya BLUR!* atau bila orang melihatnya justru tidak menemukan “apa yang sebenarnya ingin ditunjukkan” dari foto yang kita ambil.
Bukti foto sangat penting dan termasuk dalam unsur “dokumentasi” dalam Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Bayangkan bila tidak ada bukti foto ketika inspektor datang.. kita hanya bisa mengatakan “Kemarin kami telah memperbaiki temuan..”, “kemarin kami telah melakukan safety meeting..”, “kemarin kami telah melakukan medical check up..”, “kemarin..” hanya kata-kata tanpa bukti? Mentah!! (catatan: selain foto juga bisa menggunakan absensi/daftar hadir, materi, prosedur, instruksi kerja, dll)

6. Membuat Slogan
Ini juga tak kalah pentingnya, dan masih berhubungan dengan kemampuan nomor dua dan tiga. Kenapa kemampuan ini penting? Pentingnya kemampuan ini adalah, agar kita tidak menulis sesuatu yang memiliki “arti ganda” yang justru akan menyebabkan hal sebaliknya dari yang kita harapkan.
Contohnya seperti slogan yang pernah BK*BN buat beberapa waktu yang lalu dan sekarang sudah diganti (mohon maaf bukan bermaksud merendahkan yang membuat), yaitu “dua anak lebih baik”. Slogan tersebut memiliki 2 makna. Arti 1: “lebih baik kita hanya memiliki dua anak saja”, bila dibaca: “dua anak//lebih baik”, dan arti 2: “memiliki anak lebih dari dua merupakan hal yang baik”, bila dibaca: “dua anak lebih//baik”. Padahal BK*BN bermaksud membuat slogan agar masyarakat menangkap arti 1.
Hal tersebut sudah menunjukkan, bagaimana pentingnya kemampuan membuat slogan bukan? Karena slogan dibuat dengan kata-kata yang singkat, susunannya harus dibuat sedemikian rupa agar mudah diingat dan sesuai dengan pesan yang diinginkan!

7. Komputer
Sama seperti kemampuan desain grafis, kemampuan komputer juga sangat berguna bagi setiap pekerjaan di dunia modern ini.
Kemampuan komputer sebaiknya juga dimiliki oleh seorang ahli K3? Kenapa? Karena komputerisasi sistem bertujuan untuk membuat semua menjadi lebih cepat.
Tapi apa kenyataan kebanyakan di lapangan? Justru sistem komputer membuat pekerjaan menjadi lebih rumit dan lebih lama. Mengapa?
Bukan salah komputernya.. tapi penggunanya!
Dengan skill komputer seorang ahli K3 dapat menguasai informasi dan teknologi sehingga dapat mendukung program-program K3, komputerisasi sistem pelaporan nearmiss atau observasi keselamatan secara online misalnya *bukan promosi judul skripsi*. (tentunya didukung juga dengan bantuan divisi dan kemampuan IT perusahaan)

8. Sales/Promosi
Ahli K3 perlu kemampuan sales atau promosi? Mengapa?
Karena ahli K3 “mempromosikan” sesuatu yang gaib. Kenapa saya katakan gaib? Karena apa yang kita tawarkan merupakan “jaminan di masa depan” yang tidak pasti 100%.
Apa yang kamu lakukan? “menjaga keselamatan dan kesehatan”, bila ada kamu apakah keselamatan dan kesehatan terjamin 100%?? Ya? atau TIDAK?.
Dengan kemampuan sales atau promosi kita dapat menguasai strategi bagaimana meyakinkan pengguna (dalam hal ini misalnya bos kita atau client) bahwa dengan metode pengendalian yang kita gunakan, bisa menjamin penurunan risiko yang signifikan sehingga probalitas dan keparahan suatu potensi kejadian dapat diminimalisasi seoptimal mungkin.
Untuk itu, YA anda harus menjadi seorang SALES!

9. Berbicara di depan umum (public speaking)
Ya tentu saja, selain berhubungan dengan kemampuan nomor 8. Kemampuan ini sebaiknya harus dimiliki! Seorang ahli K3 harus dapat berbicara di depan umum, guna mempromosikan cara serta mengingatkan para pekerja untuk menjaga keselamatan dan kesehatan kerja.
Dalam safety meeting, safety briefing, dan pertemuan lainnya. Seorang ahli K3 harus berani angkat bicara.. atau.. “safety first” hanyalah slogan belaka.
Kemampuan berbicara di depan umum termasuk kemampuan yang sangat diperlukan dalam pemenuhan unsur komunikasi dan konsultasi pada SMK3.

10. Organisasi atau Kerjasama
Terdapat kata-kata mutiara yang selalu saya ingat, “keselamatan bukan hanya milikku, bukan hanya milikkmu, bukanlah hanya milik kami, bukan hanya milik mereka. Keselamatan merupakan milik kita bersama”.
Yap, seorang ahli K3 harus pandai bekerjasama, karena dalam membentuk budaya K3 seorang ahli K3 tidak bisa sendiri, melainkan bersama-sama, antar divisi saling bahu-membahu dalam membentuk budaya K3 di lingkungan perusahaan tersebut. Hal ini tentunya berhubungan erat dengan kemampuan nomor 1. Banyak langkah dari SMK3 yang memerlukan divisi lain dalam rangka pemenuhannya. Mau membangun budaya K3 sendiri? Mau sampai Puncak tenggelam juga tak akan bisa!

11. Bahasa
Selain bahasa Indonesia yang baik dan benar, kemampuan bahasa yang dimaksud adalah kemampuan berbahasa asing. Kenapa? Karena referensi berbahasa Indonesia mengenai keselamatan kerja sangatlah minim. Untuk itu seringkali dibutuhkan referensi lain, dan itu dalam bahasa asing! mau berbahasa Indonesia? Ikut Training!! *mahal jadi perusahaan banyak yang belum mau membayarkan*. Bersabarlah dan berusaha.. semoga K3 Indonesia semakin jaya, dan semakin banyak akedemisi dan praktisi K3 yang membuat karya-karya tulis terkait K3.

12. Berdoa & Berzikir
Sebagai seorang Ahli K3, sebaiknya kita juga memperbanyak kemampuan dan meluangkan waktu kita dalam berdoa dan berzikir. Selain untuk dikuatkan, dimudahkan dan dilancarkan, juga untuk minta pertolongan kepada Yang Maha Kuasa agar seorang ahli dapat K3 bersabar menghadapi segala rintangan dalam memperjuangkan budaya K3 yang lbh baik! #AhliK3kudukuat.

Akhir kata, artikel diatas merupakan artikel santai, dan “daftar kemampuan” yang dimunculkan sebagian besar berasal dari dari buah pikiran dari saya, sendiri jadi jangan terlalu dianggap serius ya sobat! *kecuali yang nomor 12

SAFETY IS MY LIFE.

Daftar Pustaka:
-Kouzes, James M & Posner, Barry Z. 2007. THE LEADERSHIP CHALLENGE 4th Ed, John Wiley & Sons, Inc. Hal. 22
-Sawitri. 2015. “Manfaat Desain Grafis Dalam Kehidupan Sehari-hari”. Tersedia di: http://www.infocreativemedia.com/manfaat-desain-grafis-dalam-kehidupan-sehari-hari/. Diakses pada 20 Januari 2016

Ingin berbagi semua tentang keselamatan sobat? Yuk kirim ke allaboutsafetyid@gmail.com, kami tunggu ya ��

Line: @allaboutsafety
Instagram: @allabout_safety
Twitter: @allabout_safety
Facebook Page: All About Safety Indonesia
Web: https://allaboutsafety.id
Email: allaboutsafetyid@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *