Jenis APAR

jenis-apar

 

Halo, Sobat Safety!

Kali ini mimin mau memaparkan tentang beberapa jenis Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Dalam manajemen kebakaran, dikenal konsep segitiga api, yakni tiga elemen yang dapat menyulut api apabila berada dalam proporsi tak seimbang: bahan bakar (fuel), oksigen, dan panas. Singkatnya, panas menaikkan suhu bahan bakar hingga melewati titik nyalanya (flash point), dan akan menyulut api apabila bereaksi dengan oksigen pada jumlah tertentu. Bahan bakar berbeda menimbulkan jenis api yang berbeda. Hal ini menyebabkan api diklasifikasikan ke dalam lima kelas yang berguna untuk menentukan alat pemadam api yang paling tepat digunakan. Kelas atau kode api antara lain :

1. Kelas A merupakan jenis api yang ditemukan dalam pembakaran benda – benda padat dalam kehidupan sehari – hari seperti kayu, kertas, kain, dan material plastik;
2. Kelas B untuk jenis api yang dihasilkan sebagai reaksi cairan mudah terbakar (flammable liquids) dengan panas, seperti bensin dan cat. Gas mudah terbakar juga termasuk dalam kelas ini, seperti propana dan butana
3. Kelas C diperuntukkan bagi api dari listrik pada alat – alat;
4. Kelas D adalah api yang berasal dari pembakaran logam – logam seperti kalium, sodium, aluminium dan magnesium;
5. Kelas K merupakan api yang berasal dari reaksi dengan minyak untuk memasak (cooking oil) dan lemak (grease)

Untuk memadamkan api, maka setidaknya salah satu elemen dalam segitiga api harus dihilangkan. Prinsip kerja APAR adalah mengeliminasi atau mengganti elemen – elemen tersebut dengan bahan – bahan yang keluar saat APAR disemprotkan ke sumber api, dan diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis sebagai berikut.

1) Water and Foam (APAR kelas A)
Alat pemadam api yang mengeluarkan busa atau air untuk menghilangkan panas pada api. Busa digunakan sebagai penghilang oksigen dalam api.

2) Karbon dioksida (APAR kelas B & C)
APAR jenis ini mengganti elemen oksigen menjadi karbon dioksida pada suhu dingin sekaligus menghilangkan panas pada api

3) Dry Chemical (APAR kelas A,B, C)
Umumnya digunakan di berbagai unit karena peruntukkannya yang luas. APAR jenis ini memutus reaksi kimia pada api dengan menyemprotkan bubuk sodium bikarbonat (pengembang soda) atau monoamonium fosfat yang memutus reaksi antara oksigen dengan bahan bakar.

4) Wet Chemical (APAR kelas K)
Agen pemadam api yang biasa ditempatkan di dapur restoran. Seperti dry chemical fire extinguisher, APAR ini mengeluarkan bahan kimia cair yang menjadi penghalang antara oksigen dan bahan bakar sebagai sumber api.

5) Clean Agent (APAR kelas A, B, dan C)
Menggunakan senyawa kimia yang mengandung unsur halogen untuk memadamkan api.

Sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat!

Sumber:
http://www.femalifesafety.org/types-of-extinguishers.html

SAFETY IS MY LIFE
(venn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *