[Industrial Fire]

Tahukah Sobat!!!
Masalah bahaya kebakaran di industri, sangat berbeda dengan tempat umum atau pemukiman. Industri, khususnya yang mengelola bahan berbahaya memiliki tingkat risiko kebakaran yang tinggi. Kebakaran di industri juga menimbulkan kerugian yang sangat besar karena menyangkut nilai aset yang tinggi, proses produksi dan peluang.

1. Penyebab Kebakaran
Kebakaran di lingkungan industri, sama halnya dengan kegitan lain juga disebabkan oleh berbagai faktor. Namun unsur utama adalah aspek manusia dan teknik yang saling terkait satu sama lainnya. Di lingkungan industri banyak kegiatan yang berbahaya dan menimbulkan atau menggunakan api.
Sebagai contoh di industri otomotif, banyak menggunakan sumber api untuk penjelasan dan penyambungan rangka mobil. Di industri perminyakan digunakan sumber panas untuk memanaskan minyak dan mengolahnya menjadi berbagai produk. Industri manufaktur juga menggunakan berbagai jenis mesin yang digerakkan oleh tenaga listrik. Industri bahan makanan menggunakan sumber api untuk mengolah makanan. Industri roti menggunakan oven yang dipanaskan dengan gas atau listrik. Semua proses industri ini melibatkan atau menggunakan sumber panas yang besar yang berpotensi untuk terjadinya bahaya kebakaran.

2. Karakteristik Kebakaran
Kebakaran di lingkungan industri berbeda dengan lingkungan kerja atau tempat lainnya. Karakteristik umum kebakaran industri adalah sebagai berikut :
a. Kelas kebakaran bervariasi, mulai dari kelas A atau bahan padat, kelas B atau bahan cair dan gas, dan kelas C (listrik dan logam). Hal ini perlu mendapatkan perhatian dari dinas pemadam kebakaran yang biasanya hanya memiliki bahan pemadam air. Sebagai contoh, ketika terjadi kebakaran di pabrik minyak dari bahann kopra ternyata memerlukan waktu 3 hari memadamkannya dengan air karena tidak efektif. Kebakaran seharusnya dipadamkan dengan busa atau jenis lainnya. Hal serupa juga terjadi di kebakaran bahan bakar minyak yang seharusnya dipadamkan dengan bahan pemadam busa atau tepung kering.

b. Industri menimbun banyak bahan mudah terbakar dan meledak sesuai dengan sifat dan produk yang dihasilkan. Industri yang mengolah bahan bakar atau kertas akan mengandung bahan mudah terbakar dalam jumlah besar. Oleh karena itu, api akan menjulang tinggi dan berskala besar dalam waktu singkat.
c. Kebakaran biasanya berskala besar dan memerlukan waktu lama untuk pemadamannya. Contohnya kebakaran di kilang Cilacap yang memusnahkan 7 tangki yang berlangsung lebih dari 5 hari baru dapat dipadamkan secara total.
d. Lingkungan industri memiliki populasi terbatas hanya pekerja yang terkait dengan operasi, sehingga lebih mudah di arahkan atau diorganisir. Lingkungan industri umumnya juga telah memiliki sistem tanggap darurat dan organisasi pemadam kebakaran.
e. Sistem proteksi di industri umumnya telah cukup memadai baik yang bersifat manual maupun sistem proteksi otomatis atau tetap.

3. Sistem Penanggulangan Kebakaran
Menurut Kemenaker No. 186 tahun 1999, tentang unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat kerja, tingkat risiko kebakaran dikelompokkan atas :
a. Klasifikasi tingkat risiko bahaya kebakaran ringan;
b. Klasifikasi tingkat risiko bahaya kebakaran sedang I;
c. Klasifikasi tingkat risiko bahaya kebakaran sedang II;
d. Klasifikasi tingkat risiko bahaya kebakaran sedang III;
e. Klasifikasi tingkat risiko bahaya kebakaran berat.

Penanggulangan kebakaran di tempat kerja atau dalam industri disesuaikan dengan tingkat kebakaran masing-masing. Menurut ketentuan tersebut, untuk penanggulangan kebakaran, setiap tempat kerja harus membentuk atau membangun unit penanggulangan kebakaran yang terdiri atas unsur-unsur sebagai berikut.
1) Petugas Kebakaran
Petugas kebakaran sekurang-kurangnya 2 (dua) orang untuk setiap jumlah tenaga kerja 25 (dua puluh lima) orang dengan tugas pokok sebagai berikut:
* Mengidentifikasi dan melaporkan tentang adanya faktor yang dapat menimbulkan bahaya kebakaran;
* Memadamkan kebakaran pada tahap awal;
* Mengarahkan evakuasi orang dan barang;
* Mengadakan koordinasi dengan instansi terkait;
* Mengamankan lokasi kebakaran.

2) Regu Penanggulangan Kebakaran
Regu pennaggulangan kebakaran ditetapkan untuk tempat kerja tingkat risiko bahaya kebakaran ringan dan sedang I yang mempekerjakan tenaga kerja 300 (tiga ratus) orang, atau lebih, atau setiap tempat kerja tingkat risiko bahaya kebakaran sedang II, sedang III dan berat.
Tugas regu pemadam kebakaran antara lain :
* Mengidentifikasi dan melaporkan tentang adanya faktor yang dapat menimbulkan bahaya kebakaran;
* Melakukan pemeliharaan sarana proteksi kebakaran;
* Memberikan penyuluhan tentang penanggulangan kebakaran pada tahap awal;
* Membantu penyusunan buku rencana tanggap darurat kebakaran;
* Memadamkan kebakaran;
* Mengarahkan evakuasi orang dan barang;
* Mengadakan koordinasi dengan instansi terkait;
* Memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan;
* Mengamankan lokasi tempat kerja;
* Melakukan koordinasi seluruh petugas peran kebakaran.

3) Koordinator Unit Penanggulangan Kebakaran
Koordinator unit penanggulangan kebakaran ditetapkan sebagai berikut.
* Untuk tempat kerja tingkat risiko bahaya kebakaran ringan dan sedang I, sekurang-kurangnya 1 (satu) orang untuk setiap jumlah tenaga kerja 100 (serratus) orang.
* Untuk tempat kerja tingkat risiko bahaya kebakaran sedang II dan sedang III dan berat, sekurang-kurangnya 1 (satu) orang untuk setiap unit kerja.

4) Ahli K3 spesialis penanggulangan kebakaran sebagai penanggung jawab teknis.
Ahli K3 spesialis penanggulangan kebakaran ditetapkan untuk tempat kerja tingkat risiko bahaya kebakaran ringan dan sedang I yang memperkerjakan tenaga kerja 300 (tiga ratus) orang, atau lebih, atau setiap tepat kerja tingkat risiko bahaya kebakaran sedang II, sedang III dan berat.

Sumber :
Ramli, Soehatman. 2010. Manajemen Kebakaran. Jakarta: Dian Rakyat.

SAFETY IS MY LIFE.
(YMS)
β€”
Ingin berbagi semua tentang keselamatan sobat? Yuk kirim ke allaboutsafetyid@gmail.com, kami tunggu ya 😊
Line: @allaboutsafety
Instagram: @allabout_safety
Twitter: @allabout_safety
Facebook Page: All About Safety Indonesia
Web: https://allaboutsafety.id
Email: allaboutsafetyid@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *