[Daftar Periksa Keselamatan Pengemudi Taksi]

imagebam.com

 

Halo sobat!! Adakah sobat yang menjadi atau pernah menjadi pengemudi taksi?

Tak dapat dipungkiri kehadiran Pengemudi Taksi, baik konvensional maupun ‘online’, sangat lah penting terutama di perkotaan. Baik untuk urusan pekerjaan sampai pada urusan pribadi sering kali membutuhkan jasa taksi untuk mobilitasnya. Namun, tidak jarang juga kecelakaan transportasi yang melibatkan taksi dan mengakibatkan dampak negatif terhadap reputasi profesi pengemudi taksi itu sendiri. Kewaspadaan sobat (sebagai pengemudi taksi) sangat penting untuk memastikan keselamatan diri Anda, penumpang dan juga pengguna jalan lain.

Sebagai pengemudi taksi, setiap saat sobat harus mengemudi dengan tanggung jawab yang tinggi dan menunjukkan profesionalisme sobat dengan mengantisipasi dan memaafkan pengguna jalan yang ‘ugal-ugalan’ atau menunjukkan perilaku tidak aman dalam berkendara separah apa pun kondisinya. Perilaku sobat dapat membantu dalam mencegah kejadian kecelakaan, meningkatkan reputasi profesi sobat dan membantu industri transportasi publik menghindar dari regulasi ketat yang tidak perlu (misal: lisensi/tes khusus untuk pengemudi taksi di luar SIM biasa).

Apa saja hal-hal yang harus diperiksa sebelum mengemudi untuk meningkatkan keselamatan dalam sobat (terutama pengemudi taksi)? Mari kita simak tulisan di bawah ini.

#Apakah Anda Siap?
Nyawa Anda dan pengguna jalan lain tergantung dari kewaspadaan dan reaksi pada saat kondisi darurat!

1. Seorang pengemudi profesional sangat lah sibuk mengemudi di jalanan, terutama pada saat ‘peak hour’, misal jam pergi dan pulang kantor pada hari kerja. Oleh karena itu Anda harus tetap sehat, baik secara fisik maupun mental. Pilihlah makanan dan minuman yang sehat dan berolahragalah secara rutin. Dua hal tersebut dapat membantu Anda merasa lebih baik, mengemudi lebih baik dan (memiliki peluang lebih besar) hidup lebih lama!

2. Sesuaikan tempat duduk Anda dengan posisi yang paling nyaman untuk Anda dan memungkinkan untuk menjangkau dengan mudah setir dan semua tuas kontrol yang diperlukan selama mengemudi. Pastikan kepala dan leher Anda berada di posisi yang aman dari risiko terjerat/tercekik apabila terjadi kejadian yang tidak diinginkan. Pastikan juga posisi duduk yang aman dan nyaman (ergonomis) untuk menghindari pegal-pegal pada otot bagian belakang sampai pada kelainan pada bagian tulang belakang Anda.

3. Gunakanlah selalu sabuk pengaman dan pastikan penumpang Anda juga melakukan hal yang sama.

4. Perhatikanlah persyaratan perundangan terkait dengan waktu kerja. Normalnya, berdasarkan UU Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003, dalam seminggu waktu normal untuk bekerja adalah 40 jam ditambah lembur 14 jam dalam seminggu. Jadi 54 jam dalam seminggu adalah waktu maksimal yang direkomendasikan untuk bekerja. Bekerja terlalu dengan durasi terlalu lama dapat menyebabkan risiko terhadap keselamatan Anda meningkat. Gunakanlah waktu Anda dengan bijak dan beristirahatlah sobat!

5. Jangan meminum Alkohol sebelum dan selama mengemudi (waktu selain itu juga jangan ya sobat! berbahaya untuk kesehatan). Selain itu hindari pula meminum obat yang dapat mengganggu kemampuan mengemudi Anda. Makan berat juga sebaiknya dihindari sebelum mengemudi, karena dapat menyebabkan kantuk! *Perut membesar, kelopak mata menyempit!

6. Mengantuk? Berhentilah mengemudi dan menepi sobat! Keluarlah dari mobil, lakukan perenggangan, hiruplah udara bersih bebas dan beristirahatlah. Istirahat dan tidur yang cukup juga sangat berpengaruh pada kondisi Anda saat menyetir.

#Diri Anda sudah siap? Yuk periksa kesiapan yang lainnya..

1. Apakah semua bekerja dengan baik? periksalah rem, tekanan dan guratan ban, pendingin dan oli sebelum berkendara. Periksa juga kaca spion, jendela (apakah dapat melihat dengan jelas?), ‘wipers’, lampu dan indikator. Selain itu periksa juga penunjang lain seperti radio, ‘charger port’, ‘smartphone’/GPS. Apakah terdapat kerusakan pada mobil baik di luar dan di dalam?

2. Pastikan bahwa Anda dan penumpang menggunakan sabuk pengaman dengan benar dan nyaman. Jika diperlukan, bantulah penumpang Anda untuk menaikkan atau menurunkan barang bawaannya dan bantu mereka pada saat masuk dan keluar kendaraan.

3. Apakah Anda sudah membawa seluruh kelengkapan dokumen? Periksalah apakah Anda sudah membawa Surat Izin Mengemudi, Surat Tanda Nomor Kendaraan, KIR serta surat-surat dan dokumen lain yang dibutuhkan.

4. Identifikasi Rute Terbaik. Penumpang memiliki ekspektasi bahwa Anda memiliki pengetahuan yang baik pada area di mana Anda beroperasi. Oleh karena itu pastikan bahwa Anda benar-benar tahu rute terbaik dan pastikan bahwa alat navigasi Anda selalu ‘update’ sobat! Tentunya selain rute tercepat, pastikan juga rute tersebut aman dan nyaman untuk dilalui!

#Yuk ekstra hati-hati ketika di jalan sobat!

1. Ingatlah bahwa selalu ada titik buta atau ‘blind spot’ yang dapat mengakibatkan Anda tidak melihat pengguna jalan lain seperti pengendara motor, pengendara sepeda, dan pejalan kaki, terutama anak-anak. Berikanlah perhatian lebih pada saat berbelok, berputar dan area dekat dengan pejalan kaki.

2. Jangan menyelak kecuali Anda benar-benar yakin terdapat ruang yang cukup dan Anda tidak memaksa kendaraan lain untuk melambat atau bahkan berhenti.

3. Jagalah jarak aman dari kendaraan di depan Anda. Perhatikanlah jarak aman dengan kecepatan Anda, setiap kecepatan tentunya memiliki jarak aman yang berbeda-beda:

Tabel Kecepatan & Jarak Aman

Kecepatan Kendaraan

(kilometer per jam)

Jarak Minimal Jarak Aman
30 kpj 15 meter 30 meter
40 kpj 20 meter 40 meter
50 kpj 25 meter 50 meter
60 kpj 40 meter 60 meter
70 kpj 50 meter 70 meter
80 kpj 60 meter 80 meter
90 kpj 70 meter 90 meter
100 kpj 80 meter 100 meter
120 kpj 100 meter 120 meter

Sumber: Buku Petunjuk Tata Cara Bersepeda Motor di Indonesia (Dishub)

Kondisi cuaca dan jalan juga harus diperhitungkan dalam penentuan jarak aman. Misal kondisi dalam kondisi jalan licin berair karena hujan, jarak aman harus lebih jauh lagi dari jarak aman pada kondisi cuaca cerah.

4. Selalu perhatikan panel instrumen Anda. Jika lampu indikator peringatan menyala, segera lah ambil tindakan untuk menangani masalah yang ada.

5. Cobalah untuk selalu mengantisipasi masalah. Hindarilah rem atau akselerasi kecepatan mendadak yang dapat membahayakan pengemudi jalan lain, membuat tidak nyaman penumpang, membuang-buang bahan bakar dan menghasilkan lebih banyak polusi.

6. Patuhilah limit kecepatan dan regulasi lalu lintas lain setiap saat. Jangan meniru kebiasaan buruk yang lumrah dilakukan oleh pengguna jalan lain. Mengemudilah dengan aman untuk melindungi diri Anda, orang lain dan juga pekerjaan Anda!

7. Apabila terdapat kerusakan pada kendaraan, kecelakaan atau kejadian besar lain, informasikan keadaan Anda kepada layanan darurat di sekitar area Anda. Simpanlah nomor-nomor darurat di ‘handphone’ Anda!

8. Pada malam hari, gunakanlah lampu ‘dip’ di waktu yang tepat, yaitu ketika terdapat kendaraan lain dari arah depan. Pastikan bahwa lampu depan berfungsi dengan baik dan kendaraan dapat terlihat pada malam hari ini oleh pengguna jalan lain.

9. Perhatikanlah kondisi cuaca ketika mengemudi. Ketika jalan licin karena hujan, berkabut atau kondisi cuaca lain, kurangilah kecepatan Anda.

10. Perhatikanlah kondisi saat menaikkan dan menurunkan penumpang. Hindari kondisi yang melanggar lalu lintas atau mengganggu bahkan membahayakan pengguna jalan lain.

11. Pada malam hari, pastikan keselamatan dan keamanan diri Anda, penumpang dan kendaraan Anda. Perhatikanlah dengan baik calon penumpang Anda sebelum menaikkannya ke dalam kendaraan Anda.

12. Jangan menggunakan ‘handphone’ pada saat mengemudi. Jika butuh untuk mengangkat telepon, gunakanlah sistem ‘hands-free’ sehingga tangan Anda bebas dari gangguan untuk memegang kendali.

13. Setelah bekerja, periksa kembali keadaan kendaraan Anda dan segera perbaiki bila terdapat kerusakan.

Selalu tunjukkan bahwa Anda profesional, dan Anda pasti akan disegani sobat!

Sumber Bacaan
1. Internasional Road transport Union IIRU). “The Taxi Driver’s Checklist”
2. UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
3. UU No. 22 Tahun 2009 tentang LLAJ
4. Buku Petunjuk Tata Cara Bersepeda Motor di Indonesia (Dishub)
5. Hasanah, Sovia. 2017. “Jarak Aman Antar Kendaraan”. Diakses dari http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt59a4dce311982/jarak-aman-antar-kendaraan 5 Agustus 2018 Jam 10.30

SAFETY IS MY LIFE.

(AAM)

Ingin berbagi semua tentang keselamatan sobat? Yuk kirim ke allaboutsafetyid@gmail.com, kami tunggu ya 😊

Line: @allaboutsafety
Instagram: @allabout_safety
Twitter: @allabout_safety
Facebook Page: All About Safety Indonesia
Web: https://allaboutsafety.id
Email: allaboutsafetyid@gmail.com

#safetyismylife
#allaboutsafety
#transporationsafety
#drivingsafely
#driver
#dramataksol

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *