[ISO 45001:2018 – BAGIAN 1: LAHIRNYA PERSYARATAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KESEHATAN KERJA (SMK3) DUNIA]

Ditulis oleh: Linda Sarawasti Iskandar, ST., MM

 

Akhirnya yang ditunggu-tunggu oleh para profesional dan organisasi Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3) di seluruh dunia telah hadir yaitu terbitnya ISO 45001:2018 oleh International Organization for Standarization (ISO) pada tanggal 12 Maret 2018 yang lalu.

Standar baru ini sangat diharapkan dapat memperbaiki kinerja Keselamatan & Kesehatan pekerja di negara-negara
seluruh dunia.

Data dari International Labour Organization (ILO) : Kecelakaan kerja dan/atau Penyakit akibat kerja yang menyebabkan kematian yang terjadi selama 2016 lalu adalah sebesar 2,78 juta.
Ini berarti, setiap hari, hampir 7,7 juta orang meninggal karena penyakit yang berhubungan dengan pekerjaan atau kecelakaan kerja.
Selain itu sekitar 374 juta pekerja mengalami Kecelakaan Kerja Non Fatality ditahun tersebut.

Dari data BPJS Ketenagakerjaan, khusus di Indonesia, angka kecelakaan kerja di tahun 2017 meningkat sebesar 20% dari tahun 2016 lalu, dimana Total kecelakaan kerja pada 2017 sebanyak 123 ribu kasus dengan nilai klaim Rp 971 miliar lebih. Angka ini meningkat dari tahun 2016 dengan nilai klaim yang “hanya Rp 792 miliar lebih”.

Komite Teknis yang menyusun Persyaratan ISO 45001 menyatakan bahwa ISO 45001 dapat di berlakukan untuk Organisasi apa pun terlepas dari ukuran, jenis, dan sifatnya, serta persyaratan yang ada di dalam ISO 45001 dirancang untuk dapat diintegrasikan ke dalam sistem manajemen Organisasi yang sudah ada sebelumnya, seperti ISO 9001, 14001, 50001 dan lain sebagainya.

Latar Belakang mengapa ada ISO 45001:2018

Dengan Globalisasi dimana dunia tanpa batas, menghasilkan semakin banyak Perusahaan/Organisasi yang mulai menjalankan bisnis dan menerapkan sistem manajemen yang sesuai dengan ruang lingkup bisnis organisasi yang diakui oleh beberapa negara di dunia dimana Organisasi/Perusahaan tersebut berada dan berinteraksi.

Hasil dari Globalisasi ini menyebabkan banyak Organisasi/Perusahaan menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja
dengan mengadopsi/ menggunakan standar SMK3 Umum atau nasional namun tidak ada yang mempromosikan standar global (diterima oleh hampir seluruh negara didunia).

Dengan ISO 45001 :2018 Apa yang harus dilakukan oleh Organisasi/Perusahaan yang telah menerapkan SMK3 versi OHSAS 18001 sebelum nya?

Pertama – jangan khawatir dengan standar baru ini – meskipun standar ini benar-benar baru, karena sesuai penjelasan diatas standar baru ini tetap saja dibangun berdasarkan pondasi yang didirikan oleh BS OHSAS
18001 (baca: mengacu).
Dan sebagai tambahan bagi para Praktisi Sistem Manajemen Perusahaan yang sudah menerapkan ISO 9001 & 14001 versi 2015 pasti sudah akrab dengan Struktur pada standar baru ISO 45001 karena sama-sama mengacu pada “Annex SL”

Berdasarkan review terhadap beberapa literatur terdapat sembilan (7) key revision pada ISO 45001:2018.

1. Adopsi Annex SL

2. Organization Context

3. Leadership & Worker Participation

4. Documented Information

5. Risk Associated with OH&S management system and Opportunities

6. Pengendalian K3 dalam pengadaan (outsourcing dan kontraktor)

7. Management of Change

 

Bagaimanakah penjelasan key revision tersebut? Tunggu dibagian ke-2 ya sobat!

(hmd)


Ingin berbagi semua tentang keselamatan sobat? Yuk kirim ke allaboutsafetyid@gmail.com, kami tunggu ya

Line: @allaboutsafety
Instagram: @allabout_safety
Twitter: @allabout_safety
Facebook Page: All About Safety Indonesia
Web: https://allaboutsafety.id
Email: allaboutsafetyid@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *