[Sungai Pelangi Jawa Barat]

Ditulis oleh: Muhamad Ridwan

Halo Sobat Safety!

Indonesia memiliki setidaknya 5.590 sungai utama. Sungai utama berasal dari gabungan anak sungai yang berasal dari mata air. Sungai memiliki berbagai fungsi dari segala sisi seperti jalur transportasi, sumber irigasi, sarana olahraga, tempat rekreasi, dan lain sebagainya. Adanya sungai sangat membantu dan bermanfaat untuk kebutuhan sehari-hari manusia dan makhluk hidup lainnya (hewan dan tumbuhan). Ciri-ciri sungai secara kasat mata dapat dikenali dengan alirannya yang jernih dan memiliki suhu yang rendah (sejuk) apabila disentuh airnya. Namun, apa jadinya jika fisik sungai yang kita kenal selama ini mengalami perubahan?
Dewasa ini beberapa sungai di Indonesia, khususnya Jawa Barat terlihat jelas telah mengalami perubahan fisik warna. Seperti yang terjadi pada Sungai Ciapus, Bogor yang berubah warna menjadi biru keungu-unguan dan setelahnya berganti warna menjadi abu-abu sebelum akhirnya kembali menjadi cokelat. Selain itu, hal serupa dialami di aliran Sungai Cihaur yang bermuara ke Sunga Citarum, Padalarang yang memiliki berbagai macam perubahan warna: merah, kuning, biru, hijau dan lain-lain. Lantas, apakah kejadian ini termasuk fenomena alam?
Sebuah organisasi lingkungan melakukan penelitian pada Sungai Citarum untuk menentukan penyebab dasar terjadinya kejadian luar biasa ini. Penelitian dilakukan dengan mengambil uji sampel air dan ditemukan bahwa konsentrasi dari beberapa jenis logam berat telah melampaui baku mutu badan air baku mutu limbah industri. Pada beberapa lokasi penelitian, kandungan Krom Heksavalen (Cr6+), Tembaga (Cu), Zinc (Zn), Timbal (Pb), Logam (Hg), Mangan (Mn) dan Besi (Fe) berada pada level yang sangat mengkhawatirkan. Selain logam berat, dilakukan pengujian sampel terhadap kandungan bahan organik beracun. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan beragam bahan organik beracun yang dapat mengganggu kerja endokrin dan bersifat toksik terhadap sistem reproduksi bagi biota akuatik. Berasal darimanakah kandungan logam berat dan senyawa beracun ini?
Ditilik dari hasil penelusuran, kandungan logam berat dan bahan organik beracun berasal dari buangan limbah pabrik sekitar sungai. Limbah pabrik yang dibuang ke sungai banyak jenisnya dan terakumulasi dalam konsentrasi yang tinggi sehingga sungai tidak mampu melakukan purifikasi yaitu proses pemulihan dan degradasi terhadap senyawa organik dan non-organik. Beberapa faktor lainnya juga dapat dikarenakan kurangnya pengawasan terhadap pembuangan limbah dan ketidaksesuaian baku mutu air limbah mengingat kebutuhan industri dewasa ini semakin meningkat. Oleh karena itu, perlu adanya kajian ulang mengenai kebijakan pembuangan air limbah dan regulasi yang mengatur baku mutu air limbah. Selain itu, kita juga dapat turut bersumbangsih menjaga sungai dengan tidak membuang sampah ke badan sungai baik itu sampah organik, non-organik ataupun sampah B3.
Yuk, kita jaga sungai kita, sobat!
Sumber:
[Greenpeace]. 2012. Bahan Beracun Lepas Kendali
SAFETY IS MY LIFE. (AYS/YN)

Ingin berbagi semua tentang keselamatan sobat? Yuk kirim ke allaboutsafetyid@gmail.com, kami tunggu ya 🙂

Line: @allaboutsafety
Instagram: @allabout_safety
Twitter: @allabout_safety
Facebook Page: All About Safety Indonesia
Web: https://allaboutsafety.id
Email: allaboutsafetyid@gmail.com

#safetyismylife
#allaboutsafety
#sungaipelangi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *