[Perkembangan Teknologi Nuklir di Indonesia, Peluang atau Ancaman?]

Halo Sobat Safety!

Teknologi nuklir merupakan sarana penting dalam mendukung program pembangunan di negara berkembang, seperti: Indonesia. Namun, perkembangan tersebut menimbulkan polemik di masyarakat nusantara. Ancaman yang ditimbulkan, sedangkan peluang yang didapatkan, selalu menjadi hal yang dipertanyakan. Isu mengenai ancaman, hal yang benar dan patut dikhawatirkan.

Sejarah menjelaskan, Pada tanggal 6 Agustus 1945, Enola Gay, pesawat Amerika, menjatuhkan bom atom pertama yang pernah digunakan dalam peperangan di Hiroshima, Jepang, akhirnya menewaskan lebih dari 140.000 orang. Pada tanggal 9 Agustus 1945, Amerika Serikat menjatuhkan bom atom kedua, kali ini di kota Jepang Nagasaki. Walaupun meleset satu mil dari sasaran, tapi membunuh 75.000 orang. Bom atom tersebut merupakan hasil penelitian reaksi nuklir yang dikembangkan.

Dalam Peraturan Presiden No.74 tahun 2012 pada pasal 1 ayat 6 menjelaskan, kerugian nuklir adalah setiap kerugian yang dapat berupa kematian, cacat, cidera atau  sakit, kerusakan harta benda, pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup yang ditimbulkan oleh radiasi atau gabungan radiasi dengan sifat racun, sifat mudah meledak atau sifat bahaya lainnya sebagai akibat kekritisan bahan bakar nuklir dalam instalasi nuklir atau selama pengangkutan, termasuk kerugian sebagai akibat tindakan preventif dan kerugian sebagai akibat atau tindakan untuk pemulihan lingkungan hidup.

Namun, Dwight D. Einshower pada 8 desember tahun 1953 dalam pidatonya, mengatakan: “Ancaman besar yang dihasilkan dari penggunaan energi nuklir dapat menjadi keuntungan besar bagi seluruh umat manusia.” Tahukah kamu? Menurut asosiasi nuklir dunia: Indonesia bisa penuhi kebutuhan listrik dengan nuklir. Dilatar belakangi oleh hal tersebut, indonesia memiliki peluang melipatgandakan kapasitas pembangkit listrik dan melakukan ekspansi, dengan tujuan untuk memperbaiki akses terhadap listrik dan memenuhi permintaan ekonomi.Dewasa ini, Indonesia kaya akan cadangan nuklir. Selain memiliki cadangan 70.000 ton uranium, Indonesia juga memiliki 210.000-280.000 ton thorium.(iar)

Menurut Sobat Safety, Perkembangan Teknologi Nuklir di Indonesia, Peluang atau Ancaman? Yuk, kirim komentar sobat disini 😊

Sumber:

https://international.sindonews.com/read/1280320/40/asosiasi-nuklir-dunia-indonesia-bisa-penuhi-kebutuhan-listrik-dengan-nuklir-1518040208/13 diakses 13 Februari 2018

https://finance.detik.com/energi/3134893/kandungan-thorium-di-ri-melimpah-tapi-belum-punya-teknologinya diakses 13 Februari 2018

IALANA (International Asosiation of Lawyers Against Nuclear Arms. The Role of The IAEA Today, 2012, hal. 4. Retrived from http://repository.umy.ac.id/bitstream/handle/123456789/11008/F.%20BAB%20II.pdf?sequence=6&isAllowed=y diakses pada 13 Februari 2018

http://m.geschool.net/1443113/blog/post/sejarah-penemu-bom-atomdiakses pada 13 Februari 2018

Peraturan Presiden No. 74 tahun 2012 Tentang Pertanggungjawaban Kerugian Nuklir

 

SAFETY IS MY LIFE

Ingin berbagi semua tentang keselamatan sobat? Yuk kirim ke allaboutsafetyid@gmail.com, kami tunggu ya 😊

Line: @allaboutsafety

Instagram: @allabout_safety

Twitter: @allabout_safety

Facebook Page: All About Safety Indonesia

Web: https://allaboutsafety.id

Email: allaboutsafetyid@gmail.com

 

#safetyismylife

#allaboutsafety

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *