[4 Perubahan Penting NFPA 70E di tahun 2018]

 

Halo sobat! Apakah perusahaan Anda termasuk perusahaan yang berhubungan dengan bidang listrik dan menerapkan atau mengadopsi standar NFPA? Bila iya, muatan di dalam artikel ini merupakan salah satu hal yang penting untuk Anda tahu!

NFA 70E merupakan standar untuk bahaya listrik (electrical hazard). Perubahan pada standar ini merupakan salah satu penyesuaian terhadap peralatan dan perangkat elektrik yang selalu berubah dan mengalami perbaikan yang berkelanjutan.

 

Lalu, setidaknya ada 4 perubahan yang penting untuk didiskusikan pada standar ini:

1.Dibutuhkan orang yang memenuhi kualifikasi untuk mengerjakan Job Safety Analysis (JSA) sebelum pekerjaan dimulai

Pada Article 110.1 (I) disebutkan bahwa diperlukan seorang yang memenuhi kualifikasi untuk mengerjakan JSA sebelum bekerja atau perbaikan dilaksanakan. JSA memerlukan orang yang memenuhi kualifikasi untuk:

  1. Mengidentifikasi semua tahapan pekerjaan berkaitan dengan pekerjaan yang dilaksanakan
  2. Identifikasi semua bahaya pada setiap tahapan pekerjaan
  3. Tentukan keparahan dan kemungkinan untuk cedera yang tidak diinginkan pada setiap tahapan pekerjaan
  4. ldentifikasi pengendalian terukur yang dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya cedera

2. Hal yang harus diperhatikan pada label APD

Pada NFPA 70E Edisi 2018 terdapat penambahan, yaitu artikel 130.7 (C) (16). Pada Artikel baru terdapat kesesuaian mengenai APD. Pertimbangan untuk membeli APD merupakan tantangan tersendiri bagi perusahaan atau orang yang memiliki tanggung jawab pada hal tersebut. Standar NFPA 70E akan menerapkan ANSI/ISEA 125-124 tentang standar konsensus nasional untuk kesesuaian penilaian keselamatan dan APD. Standar ini menyediakan tata cara yang terorganisir dan sistematis bagi pemasok untuk memverifikasi bahwa produk benar-benar memenuhi persyaratan standar yang berlaku dan mengkomunikasikan verifikasi tersebut kepada pembeli dan pengguna.

Tujuan dari penambahan itu adalah untuk meningkatkan konsistensi terkait pengujian APD. Terdapat 3 tingkat pengujian yang digunakan pabrik atau pemasok:

  1. Pabrik atau pemasok membuat sebuah pernyataan bahwa produk telah memenuhi semua persyaratan ANSI/ISEA 125-2014
  2. Pabrik atau pemasok yang membuat pernyataan bahwa produk telah memenuhi standar pada nomor satu harus memenuhi sistem manajemen mutu (ISO 9001) dalam menerapkan proses bisnisnya dan telah diuji di laboratorium yang telah menerapkan ISO 17025.
  3. Produk telah tersertifikasi ISO 17065 yang dilakukan oleh lembaga pihak ke-3 yang terakreditasi. Produk yang telah diuji harus dilabeli dengan label sertifikat tersebut.

 

3. Penilaian Risiko Arc Flash (Busur Api) dan Shock Hazard (Bahaya Setrum) memasukkan faktor kesalahan manusia (human error).

Terdapat artikel baru lainnya, yaitu Article 110.1 (H). Pada artikel ini tertulis untuk memasukkan konsep “human error” ke dalam JSA dan Job Planning (Lampiran/Annex Q) pada setiap tempat kerja yang berhubungan dengan listrik. Penelitian mengindikasikan bahwa kesalahan manusia sering menjadi akar dari sebuah kejadian, oleh karena itu penambahan ini memiliki arti yang penting.

Annex Q menunjukkan validitas dari kinerja manusia dan faktor yang mempengaruhi tempat kerja, keselamatan listrik, kinerja pekerjaan, menjelaskan seberapa tinggi stress, situasi tidak biasa, kurangnya perhatian, kelelahan pekerja, lingkungan kerja dan sifat alamiah manusia itu sendiri dapat berpengaruh pada keseluruhan performa seseorang di tempat kerja.

Sebagai tambahan, Annex Q menunjukkan fakta bahwa pekerja yang sudah biasa mengerjakan suatu hal akan memiliki lebih sedikit kemampuan observasi terhadap risiko dan prevalensi risiko yang sebenarnya. Hal ini dapat menyebabkan sesuatu yang sering disebut dengan “unintended blindness” (kebutaan yang tidak diinginkan) atau tidak sensitif terhadap bahaya dari pekerjaannya. Untuk dapat melihat karakteristik manusia ini, dibutuhkan orang yang memenuhi kualifikasi:

  1. Identifikasi kemungkinan penyebab kesalahan manusia
  2. Bagaimana kinerja manusia mempengaruhi kinerja pekerjaan
  3. Dapat menggunakan alat ukur kinerja manusia yang tersedia di Annex Q
  4. Dapat menyelesaikan review pekerjaan di tempat kerja menggunakan alat ukur pada poin 3.

Orang yang memenuhi kualifikasi tersebut harus dapat menentukan bahwa seorang individu yang mengerjakan pekerjaan dapat menyelesaikan pekerjaan baik secara mental, fisik, dan emosional.

 

4. Terdapat bagian yang menjelaskan bagaimana cara untuk melakukan investigasi sebuah insiden/aksiden pada sebuah program keselamatan listrik.

Setidaknya hal ini mencakup bagaimana melakukan analisis terhadap akar penyebab, pelaporan near-misss dan tindak lanjut terhadap investigasi. Lebih baik lagi bila program ini juga sampai menjelaskan siapa saja yang dipanggil ketika terjadi insiden/kecelakaan untuk memberikan kesaksian.

 

Masukan dan saran:

Sejalan dengan pertambahan peran “orang yang memenuhi kualifikasi”, sangatlah penting untuk memastikan bahwa pelatihan yang sesuai juga harus dilakukan. Pelatihan online dapat menjadi solusi, namun saat ini tetap belum bisa setara dengan kualitas pelatihan secara langsung.

 

Beberapa langkah awal yang dapat dilakukan menghadapi perubahan ini:

  1. Pastikan bahwa orang-orang yang bertanggung jawab dalam keselamatan listrik memiliki akses untuk standar 2018 NFPA 70E
  2. Pastikan bahwa program keselamatan listrik telah diperbaharui.
  3. Jadwalkan pelatihan mengenai keselamatan listrik kepada personel terkait.

Perubahan ini mulai efektif pada tanggal 1 Januari 2018 lalu.

 

(hmd)

SAFETY IS MY LIFE.

 

Sumber:

https://www.nfpa.org/codes-and-standards/all-codes-and-standards/list-of-codes-and-standards/detail?code=70E diakses 27 Januari 2018

https://ohsonline.com/Articles/2017/10/01/The-Most-Important-2018-Changes-in-NFPA-70E.aspx?Page=3# diakses 28 Januari 2018

 

Ingin berbagi semua tentang keselamatan sobat? Yuk kirim ke allaboutsafetyid@gmail.com, kami tunggu ya 🙂

Line: @allaboutsafety
Instagram: @allabout_safety
Twitter: @allabout_safety
Facebook Page: All About Safety Indonesia
Web: https://allaboutsafety.id
Email: allaboutsafetyid@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *