[7 Tips Selamat dari Gempa Bumi]

Disusun oleh: A. Afif Mauludi

 

Halo Sobat!

 

Indonesia merupakan salah satu negara rawan bencana, salah satunya adalah gempa bumi. Hal tersebut terjadi karena Indonesia berada di tengah-tengah 3 lempengan besar dan lempengan-lempengan kecil lainnya. Pada masing-masing lempeng terdapat ribuan sesar (retakan bumi yang bergeser) baik yang aktif dan dalam kondisi “tidur”, sehingga gempa sangat mungkin dan sering terjadi di Indonesia. Hal ini merupakan bagian dari kekayaan alam Indonesia, sehingga kita harus belajar untuk hidup berdamai dengan segala macam bencana yang mungkin terjadi. Yuk kita belajar untuk menjaga keselamatan diri dan orang-orang disekitar kita!

 

Kenapa harus kita? karena dari survey yang dilakukan oleh Japan Association for Fire Science and Engineer, 98% penyintas akibat bencana diselamatkan oleh orang yang berada disekitarnya (termasuk diri sendiri 34,9%) dan hanya 1,7% yang ditolong oleh tim penyelamat.

 

Setidaknya ada tiga fase dalam bencana, yaitu pra bencana (sebelum), ketika bencana dan pasca bencana (sesudah).

 

Sebagai manusia, kita tidak akan tahu kapan bencana akan datang, oleh karena itu kita harus mempersiapkan segala sesuatu untuk menghadapi bencana di fase pra-bencana.

 

Gempa bumi tidak membunuh, bangunan dan isinya yang membunuh. Terutama rumah tinggal yang sebagian besar merupakan bangunan tidak tahan gempa.

 

Berikut 7 Tips kesiapsiagaan yang dapat dilakukan, terutama di rumah.

 

1. Identifikasi hazard dan risiko bencana di rumah dan sekitar rumah kita
  • Kenalilah bencana yang mungkin muncul di daerah rumah kita, apakah gempa bumi, banjir, longsor, kebakaran dan lainnya.
  • Identifikasi struktur bangunan untuk menghadapi masing-masing bencana, terutama gempa bumi. Cek dinding yang retak dan lemah, atap dan langit-langit yang mungkin runtuh. Perkuatlah struktur bangunan tersebut sehingga menjadi lebih aman ketika gempa bumi terjadi.
  • Identifikasi gantungan seperti kaca, bingkai foto, dan pajangan lainnya, pastikan jangan letakkan di dekat orang duduk atau tidur, sehingga ketika jatuh tidak menimpa kita.
  • Identifikasi meja atau tempat tidur, apakah meja dan tempat tidur tersebut kuat untuk menahan reruntuhan ketika gempa, apabila tidak, perkuat atau cari setidaknya satu meja atau tempat tidur yang dapat menjadi tempat berlindung ketika terjadi gempa. Karena meja atau tempat tidur yang lemah justru akan menjadi kuburan kita apabila tertimpa reruntuhan.
  • Periksa juga posisi lemari, dan perkuat lemari sehingga tidak mudah jatuh dan menimpa ketika terjadi gempa bumi.
  • Hati-hati dengan tabung gas, pastikan tabung gas tidak jatuh ketika gempa bumi, karena dapat mengakibatkan kebakaran.
  • Kenali juga potensi tempat atau lembaga yang bisa menjadi tempat evakuasi dan mencari pertolongan, misal kinik/RS, markas PMI, rumah ibadah dan lapangan.
sumber: https://www.earthquakecountry.org/sevensteps/

2. Buatlah rencana kedaruratan

  • Perbaiki hal-hal yang teridentifikasi pada langkah satu bersama dengan keluarga, saling memperingatkan terhadap hasil identifikasi yang mungkin belum dapat ditangan atau belum tertangani secara sempurna.
  • Buat daftar nomor penting dan bila perlu buatkan dogtag (kalung yang biasa digunakan tentara AS) untuk masing-masing anggota keluarga.
  • Bekali keluarga dengan peluit, sehingga dapat menggunakannya ketika terjebak
  • Kenali dan buat jalan keluar dan jalur evakuasi yang mungkin akan digunakan ketika terjadi bencana gempa bumi. Sepakati titik kumpul aman bersama dengan keluarga.
sumber: https://www.earthquakecountry.org/sevensteps/

3. Siapkan tas Pertolongan Pertama (PP) dan tas survival serta pelajari bagaimana menggunakannya

Siapkan setidaknya dua tas:

  • Tas pertama berisi peralatan medis dasar untuk melakukan pertolongan pertama seperti:
    • pembalut (mitella/perban),
    • perban elastis,
    • antiseptik gunting,
    • obat-obatan yang biasa dikonsumsi,
    • masker,
    • peniti,
    • spidol permanen,
    • plester,
    • kassa steril,
    • plester,
    • pinset,
    • lampu senter kecil,
    • sarung tangan,
    • pena dan
    • buku catatan.
  • Tas kedua berisi peralatan kebutuhan darurat seperti:
    • air minum dalam kemasan,
    • alat makan yang tidak mudah pecah,
    • selimut/kain sarung/kantong tidur,
    • MP3 radio dan baterai cadangan,
    • korek api,
    • pisau lipat,
    • pena,
    • notes,
    • uang pecahan,
    • ponco,
    • makanan instan,
    • teh/coklat/biskuit/camilan,
    • alat tidur,
    • tenda,
    • lampu senter besar,
    • kaporit,
    • spidol permanen berbagai warna besar,
    • tisu toilet,
    • plastik sampah,
    • masker.

Letakkan dua tas ini di tempat yang mudah terjangkau saat keadaan darurat. Selalu cek tanggal kedaluarsa dan ganti dengan yang masih baik. Segera isi ulang setelah digunakan.

sumber: https://www.earthquakecountry.org/sevensteps/

4. Buatlah rumah kita aman & lakukan simulasi

Lakukanlah simulasi dengan skenario-skenario yang mungkin terjadi, lakukanlah berulang-ulang terjadap semua jenis potensi bencana dengan rentang waktu tertentu sesuai kesepakatan keluarga.
5. Bila terjadi gempa selamatkan diri dengan melakukan: DROP, COVER, HOLD ON
Hal yang dilakukan ketika gempa adalah:
  • Jangan panik, karena panik dapat membunuh dan mengacaukan rencana yang sudah dibuat. Banyak korban yang terjadi karena panik, seperti terinjak atau jatuh dari ketinggian ketika menyelamatkan diri.
  • Lakukan Drop (jatuhkan diri ke lantai), apabila terjadi gempa dan apabila tidak sempat keluar, segera jatuhkan diri anda ke lantai dan masuk ke kolong meja atau tempat tidur yang telah dipastikan kuat dan menjauhlah dari kaca.
  • Cover: lindungi kepala anda dari reruntuhan, gunakan bantal, tas atau benda lain yang lembut namun dapat melindungi kepala. Apabila berada di dalam ruangan, dengan berlindung di bawag kolong meja atau tempat tidur maka otomatis kepala anda sudah terlindung.
  • Hold on: berpeganglah pada kaki-kaki meja atau tempat tidur. Berpegangan memberikan efek psikologis aman. Bila meja atau tempat tidur bergerak, ikutilah gerakan dengan tetap berada di bawahnya.
sumber: https://www.earthquakecountry.org/sevensteps/

6. Pertolongan Darurat

Sesaat setelah gempa, dilakukan pertolongan darurat oleh penolong, pastikan penolong sudah memiliki kemampuan untuk melakukan pertolongan darurat. Jangan sampai hanya menambah korban baru. Berikut langkah-langkah pertolongan darurat:
  •  Waspadai bahaya, utamakan keselamatan (D/Danger), bila tempat dinilai akan berisiko kejatuhan benda atau lainnya pindahkan dulu korban ke tempat aman.
  • Cek Kesadaran (R/Response)
  • Apabila tidak ada denyut, lakukan Kompresi/Pijat Jantung Luar (C/Compression)
  • Jaga jalan nafas (A/Airway), pastikan terdapat jalur untuk bernafas
  • Jaga pernafasan (B/Breathing), apabila tidak bernafas lakukanlah pemberian nafas buatan dengan perantara/alat (mouth to mouth tidak disarankan)
  • Hentikan pendarahan, apabila korban mengalami luka yang cukup serius dan bisa menimbulkan kematian akibat kekurangan darah
  • Menangani luka
  • Menangani atau membebat patah tulang.
7. Pasca Gempa: Jaga Komunikasi dengan keluarga dan hindari bahaya lainya
  • Komunikasi sangat penting sehingga dapat tetap tenang dan positif menghadapi kondisi yang serba dinamis dan penuh ketidakpastian.
  • Cek kondisi keluarga, apakah ada yang terluka? segera berikan pertolongan pertama, apabila parah segera cari bantuan.
  • Cek kondisi rumah, apakah masih bisa dan aman untuk ditinggali.
  • Waspada adanya gempa susulan.
  • Apabila keluarga sedang berada di tempat yang tidak sama (kantor, sekolah atau sedang aktivitas lain) maka bertemulah di satu titik aman yang disepakati.
  • Waspada terhadap informasi palsu dan cegah potensi bahaya lain yang mungkin muncul
  • Bersihkanlah rumah apabila dinyatakan aman oleh pemberi informasi yang terpercaya.
sumber: https://www.earthquakecountry.org/sevensteps/

Itulah 7 Tips singkat yang kami sampaikan, semoga dapat menjadi salah satu wawasan sobat untuk dapat menjaga diri sendiri, keluarga dan orang-orang sekitar ketika terjadi bencana, terutama gempa bumi. Mungkin ada sobat yang memiliki tips lain? silahkan tuliskan di kolom komentar ya. (HMD)

SAFETY IS MY LIFE.

 

Sumber:

BNPB. (2012). “Buku Saku: Tanggap Tangkas Tangguh Menghadapi Bencana”.

Lasmana, U.D., “7 Langkah Selamat dari Gempa Bumi”

https://www.earthquakecountry.org/sevensteps/ diakses pada 25 Januari 2018

Ingin berbagi semua tentang keselamatan sobat? Yuk kirim ke allaboutsafetyid@gmail.com, kami tunggu ya 🙂

Line: @allaboutsafety
Instagram: @allabout_safety
Twitter: @allabout_safety
Facebook Page: All About Safety Indonesia
Web: https://allaboutsafety.id
Email: allaboutsafetyid@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *