[Pajanan dan Nilai Ambang Batas Whole Body Vibration (WBV) berdasarkan PMK NO. 70 tahun 2016]

 

Halo sobat Safety!

Whole-Body Vibration (WBV) atau getaran seluruh tubuh merupakan salah satu faktor bahaya fisik yang cukup kompleks dan masih menjadi momok para profesional industrial higiene di seluruh Dunia.

Risiko WBV dapat ditemukan pada pengemudi alat berat, seperti backhoe, loader, bulldozer, excavator dan drilling machine.

Jadi, hampir semua industri yang menggunakan alat berat — seperti manufaktur, konstruksi, mining, oil & gas — memiliki faktor risiko WBV ini.

WBV dapat menimbulkan gangguan kesehatan terutama pada punggung dan tulang belakang.

Kali ini kami akan membahas Jenis Pajanan dan Nilai Ambang Batas (NAB) WBV berdasarkan PMK No. 70 Tahun 2016 tentang Standar Kesehatan Lingkungan Kerja Industri.

Terdapat 4 (empat) Pajanan dan NAB WBV yang tertera pada peraturan tersebut, apa sajakah itu? Mari kita bahas satu persatu.

1. Pajanan dan NAB WBV untuk masing-masing Aksis (x, y dan z)

NAB untuk masing-masing aksis ini merupakan akselerasi rata-rata dalam m/s2 pada frekuensi (Hz) dan durasi pajanan mewakili kondisi dimana hampir semua pekerja berulang kali terpajan dengan risiko gangguan kesehatan pada tulang belakang.

Hal ini dapat dilihat pada lembar ke 27 – 29 PMK tersebut, dimana NAB-nya tertera pada tabel 6 & 7. Bila sobat membuka tabel tersebut, akan terlihat terdapat frekuensi 1-80Hz. Mengapa hanya frekuensi 1-80 Hz? Karena berdasarkan penelitian hanya getaran pada frekuensi 1-80 Hz  yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan terharap manusia.

Lalu untuk durasi, usahakan untuk mendapatkan data pada masing-masing waktu dengan setting perekaman waktu alat pengukuran disesuaikan dengan watu yang ada di dalam tabel 6 & 7 PMK 70. Misalnya Bekerja selama 3 Jam, berarti dapatkan data pada menit ke-1, menit ke-16, menit ke-25, Jam Ke-1 dan Pada 2,5 Jam.

Data yang telah didapatkan lalu dibadingkan dengan NAB yang terdapat pada tabel. Untuk Aksis x atau y, bandingkan dengan tabel 6 dan Aksis z bandingkan dengan tabel 7.

2. Pajanan dan NAB WBV untuk Resultan 3 Aksis (x, y dan z)/Awt

NAB ceilling untuk pajanan WBV 3 aksis ini adalah 1,15 m/s2. Resultan 3 Aksis ini tidak memasukan unsur durasi. Itu berarti, tidak boleh sedetikpun dalam 8 jam, resultan 3 Aksis ini melebihi NAB Ceilling tersebut (1,15 m/s2).

Perhitungan resultan 3 Aksis ini dapat dilakukan dengan rumus:

Dimana Keterangan:
Awx = total nilai akselerasi yang terukur dengan faktor pembebanan (weighted rmsacceleration) untuk aksis x
Wfx = faktor pembebanan untuk aksis x pada setiap 1/3 frekuensi octave band dari 1 hingga 80 Hertz
Afx = nilai akselerasi rms untuk spektrum aksis x pada setiap 1/3 frekuensi octave band dari 1 hingga 80 Hertz

Keterangan:
Awy = total nilai akselerasi yang terukur dengan faktor pembebanan (weighted rmsacceleration) untuk aksis y
Wfy = faktor pembebanan untuk aksis y pada setiap 1/3 frekuensi octave band dari 1 hingga 80 Hertz
Afy = nilai akselerasi rms untuk spektrum aksis y pada setiap 1/3 frekuensi octave band dari 1 hingga 80 Hertz

Keterangn:
Awz = total nilai rms pembobotan akselerasi yang terukur (weighted rms acceleration) untukaksis z
Wfz = faktor pembebanan untuk aksis z pada setiap 1/3 frekuensi octave band dari 1 hingga80 Hertz
Afz = nilai rms akselerasi untuk spektrum aksis z pada setiap 1/3 frekuensi octave band dari1 hingga 80 Hertz

Nilai faktor pembebanan pada masing-masing aksis dapat dilihat pada Tabel 8 di PMK 70 tahun 2016

 

3. Pajanan dan NAB WBV untuk resultan 3 aksis (x, y dan z) dengan Crest Factor >6 hingga 9/Awt(8)

Crest Factor adalah nilai perbandingan akselerasi tertinggi dengan akselerasi terendah, perhitungan ini hanya ditujukan untuk Crest Factor >6 hingga 9 (6-9).

Perhitungan WBV Crest Factor 6-9 ini memasukan unsur durasi di dalam perhitungannya. Sehingga NAB untuk pajanan WBV selama 8 jam/awt(8) adalah 0,8661 m/s2. NAB ini tidak berlaku untuk pajanan <10 menit. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel Faktor Pembebanan

Rumus perhitungan untuk Awt(8) adalah sebagai berikut;

Keterangan:
Aw(8) = pajanan harian getaran selama 8 jam untuk aksis x, y dan z (ms-2 rms)
awlj = nilai total pembebanan akselerasi pada aksis x , y atau z selama periode pajanan j (ms-2 rms).
Untuk nilai pembebanan lihat Tabel 8.
T0 = durasi selama periode pajanan j (detik)

Dimana

Keterangan:
Awx = total nilai akselerasi yang terukur dengan faktor pembebanan (weighted rms acceleration) untuk aksis x
Wfx = faktor pembebanan untuk aksis x pada setiap 1/3 frekuensi octave band dari 1 hingga 80 Hertz
Afx = nilai akselerasi rms untuk spektrum aksis x pada setiap 1/3 frekuensi octave band dari1 hingga 80 Hertz

Keterangan:
Awy = total nilai akselerasi yang terukur dengan faktor pembebanan (weighted rms acceleration) untuk aksis y Wfy = faktor pembebanan untuk aksis y pada setiap 1/3 frekuensi octave band dari 1 hingga 80 Hertz
Afy = nilai akselerasi rms untuk spektrum aksis y pada setiap 1/3 frekuensi octave band dari 1 hingga 80 Hertz

Keterangan:
Awz = total nilai rms pembobotan akselerasi yang terukur (weighted rms acceleration) untuk aksis z
Wfz = faktor pembebanan untuk aksis z pada setiap 1/3 frekuensi octave band dari 1 hingga 80 Hertz
Afz = nilai rms akselerasi untuk spektrum aksis z pada setiap 1/3 frekuensi octave band dari 1 hingga 80 Hertz

dimana faktor pembebanan merupakan nilai yang terdapat pada tabel faktor pembebanan.

4. Pajanan dan NAB WBV untuk resultan 3 aksis (x, y dan z) untuk Crest Factor >9/VDV

Untuk WBV Crest Factor >9 digunakan perhitungan Vibration Dose Value (VDV). Crest Factor >9 ini adalah getaran yang berupa hentakan keras namun intermitten dan NAB ini hanya berlaku pada pajanan kurang dari 8 jam.  NAB Ceilling VDV ini adalah 17.0 m/s1.75 (ingat satuannya bukan m/s2, tapi m/s pangkat 1.75).

Perhitungan VDV dapat menggunakan rumus:

Keterangan:
VDV = Vibration Dose Value (meter per detik1,75rmq)
Kl = faktor pengali untuk setiap arah (k = 1,4 untuk l = x, y; k = 1,0 untuk l = z)
T = durasi pajanan (detik atau jam)
T0 = referensi durasi 8 jam atau 28.800 detik (detik atau jam)
– 35 –
awl (t)= besar akselerasi yang terukur (the weighted acceleration) masing- masing aksis (x,y, x) sebagai fungsi waktu antara 0,5 dan 80 Hz (meter per detik1,75rmq)

 

Berdasarkan PMK ini, lakukanlah perhitungan dan perbandingan NAB pada 4 (empat) pajanan WBV tersebut di tempat kerja dengan persyaratan yang tertera. Apabila salah satu hasil perhitungan melebihi NAB, dapat disimpulkan bahwa pajanan WBV dapat mempengaruhi kesehatan tenaga kerja.

Dalam pengukuran menggunakan alat pengukur WBV biasanya bisa didapatkan seluruh perhitungan ini dalam sekali pengukuran.

Oh iya, Untuk mempermudah perhitungan Awt8 & VDV, terdapat kalkulator wbv dalam bentuk xls, yang telah dibuat oleh HSE UK.

Sekian tentang pajanan dan NAB WBV berdasarkan PMK 70 tahun 2016 , semoga bermanfaat sobat!

 

Sumber:

http://www.hse.gov.uk/vibration/wbv/index.htm di akses 24 Januari 2018

PMK No. 70 Tahun 2016 tentang Standar Kesehatan Lingkungan Kerja Industri.

Gomes, HM., Savionek, D. (2014). Measurement and evaluation of human exposure to vibration transmitted to hand-arm system during leisure cyclist activity. Engenharia Biomedica Brazillian Jounral of Biomedical Engineering, 30(4), 291-300.

Ingin berbagi semua tentang keselamatan sobat? Yuk kirim ke allaboutsafetyid@gmail.com, kami tunggu ya 🙂

Line: @allaboutsafety
Instagram: @allabout_safety
Twitter: @allabout_safety
Facebook Page: All About Safety Indonesia
Web: https://allaboutsafety.id
Email: allaboutsafetyid@gmail.com

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *