PENTINGNYA K3 DI PERUSAHAAN

 

Manfaat Penerapan Budaya K3 di PerusahaanBuat K3 di perusahaan itu penting. Masa sih? Iya beneran. Penerapan program K3 pada proyek mempunyai pengaruh positif dalam meningkatkan kinerja K3 di proyek, sehingga apabila dilakukan dengan baik akan dapat memberikan konstribusi yang cukup besar (Meuthia, 2016). Masih ga percaya? Kalo ga percaya simak terus. Berikut adalah alasan-alasan pentingnya K3 di perusahaan.
1. Sebagai bentuk patuh kepada peraturan negara
K3 di indonesia udah banyak peraturannya. Peraturan/undang-undang mengenai K3 ini merupakan suatu upaya untuk melindungi tenaga kerja. Hal ini dimaksudkan agar dapat menjamin keselamatan dan kesehatan dari para pekerja dan juga setiap orang yang berada di lingkungan kerja, sehingga mereka selalu merasa aman dan tenang dalam bekerja (Tendean dkk, 2016). Peraturan dasar mengenai K3 diatur dalam UU No. 1 tahun 1970. Bahkan sebelumnya sudah ada cikal bakal peraturan K3 yaitu UU Uap tahun 1930. Sampai sekarang sudah banyak turunan-turunannya hingga update terbaru yang dikeluarkan tahun 2016. Oleh karena itu perusahaan yang tidak memenuhi peraturan K3 TIDAK LAYAK untuk beroperasi. Dengan dipenuhinya peraturan K3 dan peraturan lainnya maka suatu perusahaan diakui oleh pemerintah, karena perusahaan tersebut patuh terhadap peraturan.

2. Sebagai bentuk tanggung jawab sosial
K3 di perusahaan meningkatkan nilai tanggung jawab sosial dari sebuah perusahaan. Kecelakaan kerja tidak saja menimbulkan korban jiwa dan kerugian materi bagi pekerja dan pengusaha, tetapi dapat mengganggu proses produksi secara menyeluruh dan merusak lingkungan, yang pada akhirnya akan berdampak pada masyarakat luas (Fridayanti & Kusumasmoro, 2016). Oleh karena itu perusahaan wajib menjaga sistemnya agar tidak mengganggu lingkungan sekitar.

3. Perlindungan terhadap aset
Selain itu pentingnya K3 di perusahaan adalah untuk melindungi aset perusahaan. Aset perusahaan tidak hanya benda – benda yang penting bagi perusahaan, sumber daya manusia juga merupakan aset perusahaan. Sumber daya manusia adalah salah satu aset utama yang berfungsi sebagai penggerak operasional perusahaan untuk mencapai efisiensi dan produktifitas yang tinggi (Fridayanti & Kusumasmoro, 2016). Seringkali perusahaan berpikir bahwa penerapan K3 adalah biaya bagi perusahaaan, padahal kenyataannya berbanding terbalik. Jika terjadi kecelakaan yang menghilangkan atau mengurangi nilai aset maka perusahaan tersebut akan merugi dan bisa jadi kerugiannya lebih besar dari biaya penerapan K3 di perusahaan tersebut, oleh karena itu hanya perusahaan tersebut yang bisa melindungi asetnya sendiri. K3 juga dapat meminimalisir resiko biaya tak terduga dan penjaminan mutu produk.

4. Meningkatkan produktifitas perusahaan
Banyak yang berpikir bahwa penerapan K3 akan menyulitkan kegiatan pekerja yang berimbas kepada penurunan produktifitas, padahal salah satu aspek K3 yairu ergonomika dapat meningkatkan efisiensi energi yang dikeluarkan untuk bekerja sehingga produktifitas dapat ditingkatkan. Justru jika tidak menerapkan K3, jika terjadi kecelakaan jalannya produksi akan terganggu yang berarti menurunkan tingkat produktifitas perusahaan yang dapat berujung kepada penurunan keuntungan hingga kerugian. Menurut Fridayanti & Kusumasmoro (2016), Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat dan bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga dapat melindungi dan menghindarkan pekerja dari kecelakaan kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerjanya.

5. Meningkatkan image perusahaan di mata publik
Perusahaan yang menerapkan K3 akan dinilai baik oleh publik, sehingga yang terjadi adalah peningkatan nilai jual dan daya saing perusahaan. Menurut Fridayanti & Kusumasmoro (2016), Karyawan yang terjamin keselamatan dan kesehatan kerjanya dengan Sistem Manajemen K3, akan bekerja lebih maksimal dan akan berdampak pada produk dan jasa yang dihasilkan. Pada gilirannya ini akan meningkatkan kualitas produk dan jasa yang dihasilkan ketimbang sebelum dilakukan system tersebut. Disamping itu dengan adanya pengakuan penerapan Sistem Manajemen K3, citra organisasi terhadap kinerjanya akan semakin meningkat, dan tentu ini akan berdampak kepada peningkatan kepercayaan pelanggan.

6. Penghargaan bagi pekerja dan memanusiakan pekerjanya
Keuntungan perusahaan tidak terlepas dari jasa pekerjanya. Menurut Fridayanti & Kusumasmoro (2016), Karyawan merupakan salah satu modal dalam bentuk sumber daya manusia yang sangat penting keberadaannya dalam setiap sendi operasional perusahaan. Sebagai penghormatan terhadap jasa para pekerja yang mempertaruhkan nyawa dan bagian tubuhnya untuk bekerja apalagi pada resiko yang lebih tinggi perusahaan wajib memberikan proteksi terhadap pekerjanya.

Banyak kan alasan pentingnya K3? Ada yang masih mau ngeles dari penerapan K3?

LH – 2017

 

#ALLABOUTSAFETYINDONESIA
#SAFETYISMYLIFE
#SAFETYFIRST

———————————————————

Ingin berbagi semua tentang keselamatan sobat? Yuk kirim ke allaboutsafetyid@gmail.com, kami tunggu ya

Line: @allaboutsafety
Instagram: @allabout_safety
Twitter: @allabout_safety
Facebook Page: All About Safety Indonesia
Web: https://allboutsafetyid.wordpress.com
Email: allaboutsafetyid@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *