Alat Pelindung Jatuh berdasarkan Permenaker No. 9 tahun 2016

Cover

“Perangkat pelindung jatuh terdiri dari dua jenis, yaitu perangkat pencegah jatuh dan perangkat penahan jatuh. Masing-masing jenis alat pelindung jatuh dibagi lagi berdasarkan banyaknya pengguna menjadi kolektif (bersama-sama) dan perorangan”

Adakah sobat yang mempunyai pengalaman bekerja di ketinggian?

Bekerja di ketinggian merupakan salah satu pekerjaan dengan potensi risiko tinggi, dibuktikan berdasarkan pernyataan Kepala Seksi Pengawasan Norma Ergonomi dan Lingkungan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan Muhammad Fertiaz dilansir dari kompas.com, bahwa pada tahun 2015 kasus kecelakaan jatuh dari ketinggian merupakan penyumbang 38% kecelakaan dan ‘juara’  nasional selama 3 tahun kebelakang berturut-turut.

Untuk mencegah kecelakaan tersebut, penting untuk kita mengetahui bagaimana pengendalian bekerja diketinggian? Salah satu pengendaliannya adalah dengan menggunakan Alat Pelindung Jatuh. Bagi sobat yang punya pengalaman bekerja di ketinggian, pasti tidak asing lagi dengan perangkat-perangkat pelindung jatuh.

Perangkat pelindung jatuh telah diatur di dalam peraturan Menteri tenaga kerja No. 9 tahun 2016 tentang Keselamatan Bekerja di Ketinggian loh sobat.

Mari kita pelajari mengenai Jenis Perangkat Pelindung Jatuh dan syarat-syaratnya berdasarkan Permenaker No. 9 Tahun 2016 sobat!

Perangkat pelindung Jatuh adalah suatu rangkaian peralatan untuk melindungi Tenaga Kerja dan harta benda ketika Bekerja Pada Ketinggian agar terhindar dari kecelakaan.

Secara umum, pada Permenaker No. 9 tahun 2016, perangkat pelindung jatuh dibagi menjadi dua jenis berdasarkan fungsinya, yaitu perangkat pencegah jatuh dan perangkat penahan jatuh.

Perangkat pencegah jatuh adalah suatu rangkaian yang berfungsi untuk mencegah potensi jatuh, sedangkan perangkat penahan jatuh untuk mengurangi dampak jatuh.

Fungsi pencegah jatuh adalah sebelum terjadi jatuh, sedangkan perangkat penahan memiliki fungsi ketika pekerja terjatuh.

Masing-masing perangkat tersebut juga terbagi lagi berdasarkan banyak manusia yang terlindungi, yaitu secara kolektif atau perorangan.  Kolektif satu perangkat dapat melindungi satu atau lebih manusia, sedangkan perorangan satu perngkat khusus untuk satu orang.

Sehingga secara spesifik berdasarkan fungsi dan jumlah manusia yang terproteksi, terdapat empat buah jenis perangkat pelindung jatuh, yaitu:

  1. Alat Pencegah Jatuh Kolektif
  2. Alat Pencegah Jatuh Perorangan
  3. Alat Penahan Jatuh Kolektif
  4. Alat Penahan Jatuh Perorangan

Berikut contoh serta syarat-syarat masing-masing jenis perangkat pelindung jatuh berdasarkan permenaker No. 9 tahun 2016.

Perangkat pencegah jatuh kolektif

Perangkat pencegah jatuh kolekftif dapat berupa dinding, tembok pembatas atau pagar pengaman dengan syarat minimal tinggi 95 cm, dapat menahan beban 0.9 kilonewton, jarak vertical 47 cm dan ada lantai pencegah benda jatuh (toeboard) cukup dan memadai.

Pencegah Jatuh Kolektif
Pagar penahan jatuh + Toeboard

Perangkat pencegah jatuh perorangan

Perangkat pencegah jatuh perorangan yang direkomendasikan paling sedikit berupa full body harness dan work restraint.

Pencegah Jatuh Perorangan
Body harness + work restraint

 

Perangkat penahan jatuh kolektif

Penahan jatuh kolektif dapat berupa jala atau bantalan yang terpasang pada arah yang berpotensi tenaga kerja dapat jatuh. Penahan jauh terpasang pada semua angkur yang diperlukan dan mampu menahan beban 15 kilonewton tanpa mencederai tenaga kerja yang jatuh.

Penahan Jatuh Kolektif
Safety net

Perangkat penahan jatuh perorangan

Perangkat penahan jatuh perorangan dapat berupa alat untuk bergerak vertical, horizontal, tali ganda dengan penahan atau peredam kejut, terpandu, ulur tarik otomatis dengan syarat:

  • memiliki pengunci otomatis yang bertujuan untuk membatasi jarak jatuh tenaga kerja maksimal 1,2 m
  • terdapat pengunci otomatis yang mencengkram tali pada posisi jatuh
  • memiliki pengunci otomatis yang mencengkram tali pada posisi jatuh dengan panjang maksimal 1,8 m
  • menggunakan tali kermantle dengan elastisitas minimal 5%
  • mempunyai system pengunci otomatis yang membatasi jarak jatuh maksimal 0,6 meter.
Penahan Jatuh Perongan
Perangkat penahan jatuh

Dalam penggunaanya, sedapat mungkin semua jenis perangkat-perangkat ini dikombinkasikan untuk mencapai proteksi yang maksimal.

Demikian sobat sekilas mengenai alat pelindung jatuh berdasarkan permanaker No. 9 tahun 2016, bagaimana menurutmu?

Sumber

  • Permenaker No. 9 tahun 2016 tentang Keselamatan Bekerja di Ketinggian
  • Kompas.com (http://properti.kompas.com/read/2016/11/09/173000621/38.persen.kecelakaan.kerja.jatuh.dari.ketinggian)

SAFETY IS MY LIFE.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *